Selama latihan bersama dengan Pakistan baru-baru ini, pesawat tempur F-15SA Angkatan Udara Arab Saudi menunjukkan salah satu kemampuan Eagle yang kurang dikenal yakni melumpuhkan kapal menggunakan rudal anti-kapal AGM-84 Harpoon.
Angkatan Udara Arab Saudi juga memamerkan kemampuannya untuk menyerang target tersebut pada jarak yang cukup jauh. F-15 bersenjata Harpoon harus terbang nonstop dari Arab Saudi ke lokasi di lepas pantai Pakistan dengan dukungan kapal tanker.
F-15SA – salah satu versi paling canggih dari Eagle mengambil bagian dalam latihan Pakistan/Arab Saudi yang disebut Naseem Al Bahr XIII yang dimulai Minggu lalu. Ini adalah pertama kalinya jet Saudi yang berbasis di Dhahran di pantai Teluk Persia, ikut serta dalam rangkaian latihan Naseem Al Bahr.
Video resmi yang dirilis menunjukkan setidaknya dua target hancur, meskipun ada kemungkinan bahwa ini juga terkena rudal anti-kapal yang diluncurkan dari permukaan dari kapal perang Angkatan Laut Pakistan atau Angkatan Arab Saudi, atau helikopter yang juga terlibat dalam latihan.
Meski F-15SA dan turunan canggih lainnya dari F-15E Strike Eagle Angkatan Udara Amerika dikenal karena kemampuan mereka untuk membawa berbagai persenjataan presisi dipandu pesawat tidak sering terlihat membawa rudal anti-kapal Harpoon.
Bahkan, selain Korea Selatan, Arab Saudi adalah satu-satunya operator yang diketahui telah mengintegrasikan Harpoon pada Eagles-nya. Namun, Qatar juga membeli rudal pembunuh kapal tersebut untuk armada jet F-15QA.
Rencana untuk mengintegrasikan Harpoon pada F-15SA terungkap pada tahun 2016 dengan pekerjaan dilakukan oleh Boeing. Varian rudal yang terlibat adalah AGM-84L Harpoon Block II.
Simak selengkapnya dalam tayangan berikut:

