For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

MiG-29UPG India Bisa Menjadi Penantang F-16 Block 70

Media India mengutip Letnan Penerbangan Karan Kohli, seorang pilot MiG-29 di Adampur Air Force Station di Provinsi Punjab disebutkan MiG-29UPG sekarang mampu mengisi bahan bakar di udara, kompatibel dengan rudal terbaru dalam inventaris Angkatan Udara India dan dapat meluncurkan serangan multi-dimensi.

Mesin yang ditingkatkan sebagai bagian dari peningkatan memungkinkan MiG-29UPG untuk lepas landas dengan kekuatan penuh dan segera mendaki vertikal.

Jet tempur ini dapat diterbangkan dalam waktu lima menit sehingga sangat cocok untuk misi darurat seperti pencegatan pesawat asing.

Fitur lain dari pesawat yang ditingkatkan adalah tampilan layar multi-fungsi dan kemampuan untuk meluncurkan amunisi presisi dipandu.

Bagian penting dari peningkatan India adalah radar. Pesawat ini membuang radar pencegat udara N-019 Topaz yang ketinggalan zaman dan diganti dengan unit Zhuk-ME dengan kemampuan multimode dan pemindaian secara mekanis.

Sedangkan radar AESA Zhuk-AME Phazotron-NIIR – juga dikenal sebagai FGA50 – diharapkan akan digunakan pada tahun 2019. Radar baru ini akan dipasang ke dalam pesawat tempur MiG-35 milik Angkatan Udara Rusia.

Versi ekspor Zhuk-AME – dikenal sebagai Zhuk-AME – diluncurkan di Airshow China pada 2016. Zhuk-AME dapat mendeteksi target udara dalam berjarak sekitar 160 km dan secara bersamaan dapat melacak hingga 30 target. Radar Zhuk-AME diharapkan akan mendongrak kemampuan MiG-29 setara dengan jet tempur generasi 4,5, mirip dengan F-16 Block 70.

Yang menarik dari peningkatan MiG-29UPG adalah kemampuan menembakkan rudal udara ke udara R-77RVV-AE (AA-12 ‘Adder’). Selain itu juga mampu menggunakan rudal anti-kapal subsonik Kh-35E (AS-20 Kayak).

Pesawat juga menggunakan sensor OLS-UEM IRST dengan kemampuan laser, thermal-imaging, dan layar televisi serta  meningkatkan kisaran 40% menjadi 2.100 km dengan bahan bakar internal.  Peningkatan jangkuan ini didukung dengan tank centreline yang lebih besar dari 1500 liter menjadi 1800 liter.

Peningkatan pemeliharaan akan membantu mengurangi biaya pemeliharaan sebanyak 40% dan menggunakan mesin turbofan RD-33 seri 3 baru yang dibangun India dengan lisensi.

Ergonomi kokpit yang disempurnakan dengan desain HOTAS yang disempurnakan, dua LCD monokrom besar dan dua lebih kecil. Pengenalan probe pengisian bahan bakar mirip dengan MIG-29N Malaysia dan MIG-29SMT Rusia

Sedangkan beban senjata meningkat menjadi 4.500 kg pada enam titik di bawah sayap dan satu titik di bawah perut yang berarti mirip dengan MIG-35. Upgrade juga menjadikan MiG-29 India bisa terbang setidaknya 15 tahun lagi.

NEXT: UPGRADE MIG-29 DI BERBAGAI DUNIA
Facebook Comments