For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Terkesan Aneh, AK-47 Terbang Dipatenkan

Senapan serbu Kalashnikov AK-47 telah diakui dunia sebagai desain abadi dan ikon perang yang sulit untuk ditandingi, tetapi satu hal yang tidak dapat dilakukannya adalah terbang.

Dan kini pembuat senjata Rusia Almaz-Antey pada Februari 2018 telah mengajukan paten apa yang tampak seperti pesawat tak berawak AK-47.

Gambar yang diajukan dalam paten menunjukkan sebuah drone minimalis yang dibangun di sekitar senapan gaya Kalashnikov, dan pertama kali ditunjukkan oleh penulis penerbangan Steven Trimble di Twitter.

Pesawat tidak memiliki tenaga penggerak yang jelas, tetapi memiliki dua bola besar yang dapat mendukung baling-baling. Tampaknya memiliki permukaan kontrol besar yang dibangun ke stabilisator vertikal belakang dan menuju laras senapan di bagian depan pesawat.

Laras itu terlihat sebagai senapan Kalashnikov yang sepenuhnya standar, dengan magazine standar berbentuk melengkung seperti pisang yang memanjang di bagian bawah badan pesawat. Gambar-gambar drone menunjukkan sama sekali tidak ada upaya untuk membuat senjata lebih efiseian atau aerodinamis.

Rusia telah meluncurkan sejumlah drone yang tidak biasa dalam beberapa tahun terakhir, termasuk drone bawah laut yang juga dipersenjatai dengan senapan serbu Kalashnikov versi bawah air. Selain itu Rusia telah menguji kendaraan tempur udara tak berawak dan bahkan drone bunuh diri.

Namun paten pesawat tak berawak AK-47 menimbulkan lebih banyak pertanyaan. Dengan baling-baling menghadap ke depan, drone kemungkinan harus mempertahankan kecepatan selama penerbangannya. Berbeda dengan drone berotor mirip helikopter dapat terbang di tempat.

Selain itu, senapan serbu pada dasarnya hanya berfungsi melawan orang atau target yang tidak dipersenjatai. Sulit membayangkan skenario di mana Rusia akan membutuhkan pesawat terbang kecil untuk mencoba menembak orang-orang dengan drone.

Untuk mengoperasikan drone sedemikian rupa terhadap sasaran kecil, pesawat harus menangani blowback dari tembakan yang ditembakkan dan memiliki cara untuk menemukan, melacak, dan menembak sasaran yang bergerak.

Dan kecuali drone dengan magazine standar maka drone kemungkinan tidak akan bisa menembak lebih dari 30 putaran.

Kontraktor pertahanan secara rutin mengajukan paten untuk berbagai inovasi dan tidak selalu menindaklanjutinya, jadi tidak jelas apakah kita akan pernah melihat burung aneh ini terbang.

Tetapi jika Anda berpikir untuk membawa Kalashnikov terbang dengan drone maka hati-hati karena sudah dipatenkan oleh Rusia hingga anda bisa kena denda besar.

 

Facebook Comments