For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Seperti Tank, Senjata Infanteri Baru US Army akan Menggunakan Kontrol Komputer

Senapan serbu dan senapan mesin Amerika generasi berikutnya akan memiliki komputer untuk memberikan ketepatan menembak yang tak tertandingi.

Apa yang disebut Next Generation Squad Weapons akan menampilkan sistem pengendalian tembakan digital yang meminjam banyak fitur dari tank tempur utama saat ini. Sistem ini memungkinkan para penembak untuk menyerang target dengan lebih cepat dan dengan presisi yang lebih tinggi.

Sebagaimana dilaporkan Popular Mechanics Jumat 15 Februari 2019, Next Generation Squad Weapons (NGSW) bertujuan untuk menurunkan dua senjata canggih baru yakni NGSW-Automatic Rifle (NGSW-AR) dan NGSW-Rifle.  NGSW-AR akan menggantikan senjata otomatis M249, sementara NGSW-Rifle akan menggantikan karabin M4. Satu pleton pasukan infantri Amerika biasanya beranggotakan sembilan orang yang dipersenjatai dengan dua M249 dan tujuh karaben M4.

Sejauh ini, sangat sedikit yang diketahui tentang kedua senjata baru tersebut, selain senjata api akan menggunakan kaliber 6,8 milimeter baru, menggunakan sistem amunisi ringan baru, dan fitur acoustic and flash signature yang berkurang.”

Sekarang informasi yang terbaru adalah kedua senjata akan menampilkan komputer balistik berteknologi tinggi.

NGSW akan dengan mulus menggabungkan komputer balistik sementara kokoh dan mampu bertahan dari kerasnya pertempuran. Mereka harus memasukkan sensor seperti pembaca angin, penghitung tembakan, dan pengukur jarak laser.  Mereka harus melakukan semua ini tetapi tetap relatif ringan.

Jika Angkatan Darat Amerika dapat menghasilkan sistem yang andal dan ringan, itu dapat sangat meningkatkan akurasi senjata infanteri, terutama untuk NGSW-AR. Senapan otomatis dirancang untuk memberikan tembakan penekan terhadap target musuh untuk memungkinkan pasukan kawan bermanuver.

Senapan otomatis dengan bantuan komputer dapat melibatkan musuh dengan lebih cepat pada jarak yang lebih jauh dan dengan lebih sedikit tembakan. Semua ini bisa membuat Angkatan Darat Amerika tahun 2020-an secara dramatis lebih mematikan.

Facebook Comments