For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kapal Selam Taiwan, Antara Mimpi dan Frustrasi

Dua kapal selam Taiwan / Asia Times

Upaya Taiwan untuk bisa membangun kapal selam benar-benar berat dan terjal. Padahal mereka benar-benar membutuhkan platform tersebut untuk mengganti kapal selam mereka yang sudah sangat tua. Kapal selam juga akan menjadi aset penting ketika konflik dengan China benar-benar pecah menjadi perang.

Sebelumnya dilaporkan China mengancam kepada siapapun untuk tidak membantu Taiwan dalam membangun kapal selam. Amerik dan India menjadi negara yang paling diingatkan.

Taiwan secara resmi memulai sebuah proyek ambisius untuk membangun kapal selam sendiri pada Maret 2017. Langkah ini dilakukan setelah mereka kesulitan mencari negara yang mau menjual senjata ke mereka karena menjaga hubungan dengan China.

Program ini akan dilakukan Angkatan Laut Taiwan dengan galangan kapal CSBS Corporation dan Chungshan Institute of Science and Technology, yang mengembangkan integrasi sistem tempur. Taiwan mematok target ambisius dengan menargetkan kapal selam pertama akan siap digunakan delapan tahun ke depan. Sebanyak delapan kapal selam ingin mereka bangun.

Tetapi faktanya, program itu nyaris jalan di tempat. Taiwan menghadapi jalan buntu yang sangat sulit ditembus.

Taiwan membutuhkan kapal selam baru dengan dua alasn. Pertama karena kapal selam Taiwan sudah sangat kuno. Setengah kapal selam milik mereka berusia 70 tahun, yang lebih cocok untuk sebuah museum daripada membela dari invasi China.

Kedua, Taiwan tidak pernah dibangun kapal selam sebelumnya, dan lebih suka membeli dari luar negeri. Tetapi negara telah menghabiskan puluhan tahun tanpa hasil untuk menemukan satu negara yang mau menjual kapal selam ke mereka. Semua negara menolak karena tidak mau membuat perkara dengan China. Sekarang, Taiwan telah mengakui kekalahan dan bersiap-siap untuk membangun sendiri.

Taiwan, yang memisahkan diri dari China pada tahun 1949, telah hidup di bawah ancaman invasi sejak itu. Selama beberapa dekade, angkatan laut negara itu memberikan benteng melawan reunifikasi paksa. Selama Taiwan mempertahankan keunggulan angkatan laut, China tidak pernah bisa mengambil risiko serangan amfibi.

Kapal selam merupakan pertahanan yang ideal bagi negara-negara pulau. Setelah dimasukkan ke laut, mereka bisa ada di mana saja yang sangat menyulitkan bagi siapa saja yang ingin melakukan invansi. Kapal selam bisa menahan sert melaporkan posisi kapal musuh.

Sebuah kapal pasukan tunggal dikirim ke bagian bawah Selat Taiwan bisa mengancam ribuan tentara China keluar dari pertarungan, menjadi mimpi buruk bagi China.

NEXT: ARMADA KAPAL SELAM TUA TAIWAN
Facebook Comments