For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kerap Menentang Amerika, Siapa Sebenarnya Bangsa Turki?

Istanbul Turki / The Telegraph

Meski sama-sama anggota NATO, Turki dan Amerika dalam beberapa tahun terakhir terlibat dalam sejumlah ketegangan. Terakhir, Presiden Amerika Donald Trump mengancam akan menghancurkan ekonomi Turki jika mereka menyerang Kurdi Suriah yang ditanggapi tanpa takut oleh Ankara.

Sebelum ini Amerika dan Turki juga terlibat dalam berbagai selisih termasuk ancaman sanksi karena Turki membeli sistem pertahanan udara S-400. Washington mengancam akan menendang Turki dari program pembangunan jet tempur F-35 dan tidak akan mengirim jet tempur siluman yang dibeli negara tersebut.

Sebelum itu Amerika juga dibuat berang karena Turki menangkap salah satu pendeta Amerika Andrew Brunson yang tinggal di negara tersebut dengan tuduhan terlibat dalam kudeta gagal beberapa waktu silam. Sebaliknya Turki mengecam Amerika karena tidak pernah mau mengekstradisi Fethullah Gulen yang disebut sebagai otak dari kudeta tersebut.

Siapa sebenarnya bangsa Turki ini hingga tidak takut pada Amerika? Turki merupakan bangsa yang telah memiliki sejarah panjang. Kegemilangan Islam pada masa lampau tidak hanya dicapai di bawah pemerintahan bangsa Arab, melainkan juga bangsa-bangsa non-Arab. Salah satunya adalah bangsa Turki yang menguasai peradaban Islam selama hampir seribu tahun lamanya.

Yakni, mulai dari kemunculan Dinasti Ghaznawiyah di Afghanistan pada 977 M hingga runtuhnya Kesultanan Ottoman di Anatolia pada 1922 M. Jika kita kembali membuka lembaran sejarah, maka kita akan menemukan banyak sekali catatan mengenai sepak terjang bangsa Turki pada masa silam.

Sisa-sisa peradaban mereka sampai hari ini dapat dijumpai di daratan Eropa, Anatolia, Asia Tengah, hingga tanah Hindustan. Pertanyannya, siapakah bangsa Turki itu sebenarnya?

Kalangan sejarawan sepakat, nenek moyang orang Turki berasal dari daratan yang membentang dari Asia Tengah hingga ke Siberia. Kawasan di sekitar Pegunungan Altay, sering dianggap sebagai tanah kelahiran leluhur bangsa Turki. Mayoritas dari mereka menetap di wilayah Xiongnu—yang hari ini mencakup Mongolia, Kazakhstan Timur, Kirgizstan Timur, Xinjiang Uyghur (China), Manchuria Barat (China), dan Rusia Selatan.

“Secara historis, bangsa Turki per tama kali muncul sebagai etnis tersen diri di pinggiran Xiongnu sekitar 200 sebelum Masehi (SM) atau sezaman dengan Dinasti Han,” tulis sejarawan Peter Zieme dalam karyanya, The Old Turkish Empires in Mongolia, yang dipublikasikan lembaga antropologi Jerman lewat buku Genghis Khan and His Heirs: the Empire of the Mongol (2005).

Pada masa selanjutnya, pertumbuhan bangsa Turki kian pesat dan mereka pun mulai membentuk suku-suku baru. Di antaranya adalah suku Ashika, Altay, Azerbaijani, Bulgar, Tatar, Dolga, Kazakh, Khazar, Kipchak, Kirgiz, Oghuz, Pecheneg, Turkmen, Uyghur, Uzbek, Yakuts, dan masih banyak lagi.

Beberapa suku Turki seperti Khazar dan Pecheneg, kerap disebut sebagai suku pengembara selama bertahun-tahun. Mereka umumnya hidup berpindahpindah dari satu padang rumput ke padang rumput lainnya.

Pada pertengahan abad keenam, bangsa Turki mendirikan kerajaan pertama mereka di wilayah pedalaman Asia dengan yang dikenal dengan sebutan Kekhanan Göktürk (552744 M). Pada periode yang sama, suku Turkik lainnya juga mendirikan Kekhanan Avar (564804 M) di wilayah Romawi Timur, Eropa.

Hingga pengujung abad ke-13, ke rajaan-kerajaan Turki terus bermun culan di berbagai wilayah di benua Asia. Mulai dari Kekhanan Khazar (6181048 M), Kekhanan Turgesh (699- 766 M), Kekhanan Uyghur (744-840 M), Kekhanan Kara-Khanid (8401212 M), Kerajaan Gansu Uyghur (848-1036 M), Kekhananan Pecheneg (860-1091 M), dan Dinasti Shato (923-979 M).

Setelah masuknya periode Islam, bangsa Turki Muslim juga mendirikan kerajaan di tanah Hindustan di bawah bendera Dinasti Ghaznawiyah (977 1186 M) dan Kesultanan Delhi (1206 1526 M). Sementara, di wilayah Persia dan Anatolia muncul pula Kesultanan Seljuk (10371194 M) dan Kesultanan Ottoman (1299-1923 M).

Penyebutan pertama istilah ‘bangsa Turki’ dijumpai dalam naskah China kuno. “Di situ disebutkan, suku-su ku Turki sudah memiliki hubungan perdagangan dengan bangsa Sogdia di sepanjang Jalur Sutra pada abad keenam silam,” ungkap Etienne de la Vaissiere dalam Encyclopædia Iranica.

 

Facebook Comments

error: Content is protected !!