For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

US Navy Diusulkan Ubah Kapal Komersial Jadi Kapal Perang, Mungkinkah?

Angkatan Laut Amerika

Sebuah usulan menarik muncul yang mengatakan Angkatan Laut Amerika dapat membeli kapal-kapal dagang sipil yang agak tua dengan harga murah dan mengubahnya menjadi kapal pembawa rudal.

Konsep yang diuraikan U.S. Naval Institute tersebut membayangkan akan menambahkan lusinan – jika bukan ratusan – silo rudal multi guna ke kapal untuk memberikan daya tembak tambahan kepada Angkatan Laut sembari berjuang untuk mencapai tujuan 355 kapal. Idenya memang cukup menarik, tetapi juga tidak semudah yang dibayangkan.

Jantung dari senjata kapal permukaan Angkatan Laut Amerika saat ini adalah silo rudal lapis baja. Destroyer Kelas Arleigh Burke masing-masing membawa 90-96 peluncuran silo vertikal Mk. 41, kapal penjelajah kelas Ticonderoga membawa 122 silo Mk. 41, dan kelas Zumwalt membawa 80 silo Mk. 57.

Masing-masing silo ini dapat membawa satu pencegat rudal anti-balistik jarak jauh, rudal darat ke udara, rudal jelajah serangan darat, torpedo roket anti-kapal selam, atau rudal anti-kapal selam, atau masing-masing hingga empat rudal pertahanan udara jarak dekat yang lebih kecil.

Keserbagunaan ini membuat armada dapat beradaptasi tanpa henti. Sebuah perusak dapat membawa semua rudal darat ke udara, semua rudal anti-kapal, atau campuran dari semua jenis.

Masalahnya sebagaimana ditulis Popular Mechanics Jumat 11 Januari 2019 dan dikutip JejakTapak, silo-silo ini sangat mahal untuk ditambahkan ke armada. Perusak kelas Arleigh Burke membutuhkan biaya sekitar US$ 1,5 miliar  atau sekitar Rp21 triliun yang berarti setiap silo menghabiskan biaya sekitar US$ 15 juta atau sekitar Rp210 miliar belum termasuk rudal.

Selain itu begitu sebuah silo dimuat di pelabuhan, rudal itu tidak dapat ditukar di laut. Perusak yang di perutnya penuh dengan rudal anti-kapal permukaan dan tiba-tiba harus melawan kapal selam, maka dia harus kembali ke pelabuhan untuk menukar rudal.

Sebuah artikel dari US Naval Institute menyebut salah satu hambatan utama adalah biaya lambung kapal. Mengapa tidak membeli lambung kapal tanker komersial bekas seharga US$25 hingga $50 juta dibandingkan dengan US$ 1,5 miliar untuk kapal perusak baru dan kemudian mengikat silo rudal ke geladak?

Silo-silo ini kemudian dapat datalink ke seluruh armada, memberikan daya tembak untuk kapal perang. Artikel tersebut menyatakan bahwa 30 hingga 50 silo rudal per kapal adalah angka yang baik dan “[mengkonversi] 10 hingga 15 kapal kargo akan memberi armada antara 300 dan 750 tabung rudal dengan biaya dan waktu yang lebih sedikit dibandingkan harus membangun kapal baru. ”

Kapal-kapal sipil telah lama bertugas di Angkatan Laut, seringkali sebagai tambahan, kapal-kapal lini kedua yang dimaksudkan untuk membebaskan kapal perang untuk misi-misi yang lebih vital.

Sekarang, teknologi dapat memungkinkan kapal-kapal sipil dilengkapi dengan teknologi terbaru untuk menyerang musuh dari jarak ratusan mil. Angkatan Laut sudah memiliki kapal yang awalnya adalah kapal komersial. Kapal-kapal rumah sakit Mercy and Comfort adalah eks tanker minyak yang dibangun untuk memberikan layanan medis hingga 500 personel.

Namun, kapal rumah sakit bukanlah kapal perang, dan mengubah konsep kapal komersial menjadi kapal perang dapat mengalami komplikasi.

Kapal perang dibangun dengan standar yang sangat tinggi, dirancang untuk menghadapi benturan keras dan pertempuran panjang. Kapal sipil tidak dimaksudkan untuk berperang dan dibangun dengan standar yang tidak terlalu ketat.

Pada tahun 2016, kapal aluminium trimaran berkecepatan tinggi Swift rusak saat mendukung pasukan UEA yang terlibat dalam perang di Yaman. Ketika kapal sipil melakukan tugas militer, Swift kemungkinan tidak memiliki ketahanan kapal perang dan pengontrol kerusakan khusus untuk membatasi penyebaran kerusakan.

Kapal komersial juga lebih lambat daripada kapal perang, yang akan menurunkan kecepatan efektif armada, membatasi kemampuannya untuk merespons situasi. Kapal komersial yang lebih tua bisa memiliki daya dorong yang kurang andal dan sistem lainnya.

Akhirnya, kemiripan mereka dengan kapal-kapal dalam sipil dapat membuat kapal sipil  menjadi sasaran, karena musuh berusaha untuk memburu dan melenyapkan kapal-kapal komersial yang dipersenjatai.

Namun memang akan lebih cepat dna murah. Untuk harga satu kapal perusak baru dengan 96 silo rudal dapat dengan mudah membeli hingga 30 kapal komersial dengan masing-masing 50 rudal. Satu kapal perusak hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu, tetapi 30 kapal komersial bisa tersebar di mana-mana.

Facebook Comments

error: Content is protected !!