For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Keberanian Pilot dan Ketangguhan Pesawat, F-15 dan F-16 Pernah Mendarat dengan Satu Sayap

Sayap adalah bagian sangat penting dari sebuah pesawat, termasuk jet tempur. Selain untuk membantu daya angkat, sayap menjadi faktor penting dalam keseimbangan dan pengendalian pesawat. Hingga sulit dipercaya jika ada pesawat mampu mendarat selamat dengan satu sayap.

Tetapi faktanya kejadian tersebut pernah terjadi meski tidak banyak. Salah satunya dialami pilot latih Angkatan Udara Amerika Serikat yang menerbangkan jet tempur F-16 Fighting Falcon.

Sebuah jet tempur F-16C berhasil mendarat dengan selamat meski satu sayapnya hancur sepanjang 5 kaki karena tabrakan di udara ketika terbang di atas Kansas pada bulan Oktober 2014.

Pilot F-16C ini berhasil terbang itu 100 mil dengan satu sayap sebelum kemudian melakukan pendaratan.

Dalam laporan resmi  yang dirilis Angkatan Udara Amerika sekitar satu tahun setelah kejadian, pesawat sedang melakukan simulai pertempuran udara ketika pilot siswa gagal menanggapi peringatan instruktur melalui radio dia melakukan kesalahan. Akibatnya pesawt bertabrakan dengan F-16 lain yang menyamar sebagai musuh.

F-16 yang menyamar sebagai musuh jatuh namun pilot selamat setelah bisa keluar dari pesawat dengan tepat waktu. Sementara pesawat jatuh di sebuah lapangan dekat Moline, Kansas dan hancur. Sementara pilot siswa berhasil menjaga kontrol pesawat untuk kemudian mendarat dengan selamat di National Guard Tulsa Air Base

Jauh sebelum itu Angkatan Udara Israel juga sempat membuat McDonnell Douglas hampir tidak percaya ketika jet tempur F-15 yang mereka bangun bisa mendarat selamat dengan satu sayapnya hancur.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 1983 di langit Nahal Tzin di gurun Negev, Israel saat simulasi tempur antara dua F-15D dan empat A-4NS Angkatan Udara Israel . Tiba-tiba salah satu F-15D yang dipiloti Zivi Nedivi (seorang pilot baru) bertabrakan di udara dengan salah satu Skyhawks.

Zivi tidak segera menyadari apa yang terjadi. Dia hanya merasakan sentakan besar dan melihat bola api besar yang disebabkan oleh ledakan A-4, diikuti oleh komunikasi radio yang mengabarkan pilot Skyhawk berhasil keluar dari pesawat. Dia BARU menyadari bahwa F-15 rusak parah saat pesawat jatuh spiral dengan sangat cepat dan kebocoran bahan bakar besar dari sayap kanan.

Setelah mendapatkan kembali kontrol pesawat Nedivi diperintahkan untuk keluar dari pesawat. Tetapi dia menolak perintah itu karena ia yakin bisa mendaratkan pesawat di lapangan udara terdekat yang berjarak 10 mil jauhnya.

Setelah dua bulan sayap pesawat diganti dan bisa terbang lagi
Setelah dua bulan sayap pesawat diganti dan bisa terbang lagi

Dia mulai mengurangi kecepatan dengan tetap belum menyadari bahwa salah satu sayapnya telah hilang. Nedivi memutuskan untuk menyalakan afterburner agar segera mencapai bandara dengan cepat entah bagaimana dia bisa mengontrol F-15 cacat dengan kecepatan itu.

Begitu tiba di pangkalan udara, ia menurunkan hook, mendarat dengan kecepatan sekitar 260 knot yang berarti dua kali dari kecepatan yang direkomendasikan dalam standar mendarat. Dia berhasil menghentikan pesawat sekitar 10 meter sebelum pembatas Safeland Airfield Arrester Barrier.

Kejadian itupun dilaporkan ke McDonnell Douglas produsen pesawat itu yang menegaskan tidak mungkin F-15 bisa mendarat hanya dengan satu sayap. Tetapi setelah mereka menerima foto dari Eagle terbang tanpa sayap satu, mereka mengatakan berhasilnya pesawat itu tetap terbang hingga mendarat berkat lift yang dihasilkan oleh kedua intake mesin dan badan pesawatnya.  Setelah dua bulan Eagle menerima sayap baru dan kembali terbang.

Berbagai sumber

 

 

Facebook Comments

error: Content is protected !!