For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

5 Sistem Artileri Roket Paling Mematikan Milik NATO

RM-70

Meskipun dirancang untuk negara-negara Pakta Warsawa selama Perang Dingin, RM-70 terus melayani di gudang senjata NATO di Eropa Tengah.

Didasarkan pada sasis truk Tatra yang telah terbukti tangguh, peluncur RM-70 bahkan dapat berfungsi sebagai alternatif murah untuk HIMARS, karena perusahaan Slovakia telah menawarkan untuk mengkonversi RM-70 untuk dapat dipasang paket roket 6 putaran 227mm standar NATO.

Namun, bahkan dengan roket asli berukuran 122mm (sama seperti pada BM-21 Grad Soviet), RM-70 adalah peluncur yang tangguh. Berbeda dengan Grad, sasis truk 8×8 yang panjang memungkinkan pengangkutan satu roket ulang penuh 40-roket di depan peluncur.

LAROM

Selain HIMARS, Rumania juga menerapkan sistem roket ringan sekelas Grad. LAROM adalah versi peluncur roket LAR-160 Israel yang dipasang pada sasis truk sederhana. Kemampuan untuk menggunakan roket 160mm Israel memberikan peningkatan signifikan kemampuan atas Grad.

Roket Israel memiliki hulu ledak amunisi cluster dan dipasang di pod untuk memungkinkan pemuatan cepat di lapangan. Sebaliknya, peluncur Grad seperti yang ditemukan pada BM-21 atau RM-70 harus dimuat tabung demi tabung oleh kru. Namun, pod isi ulang membutuhkan crane pada kendaraan pendukung amunisi. LAROM dapat menggunakan array standar Grad maupun pod Israel tergantung pada konfigurasinya.

T-300 Kasirga

T-300 Kasirga Turki mungkin merupakan satu-satunya sistem artileri roket NATO yang benar-benar dapat dianggap sebagai sistem “berat” BM-30 Smerch Rusia / Soviet.

Menembakkan roket besar 300mm, T-300 adalah salah satu sistem artileri roket jarak jauh terpanjang di gudang senjata NATO, dengan roket mampu menjangkau 100 km. Ini secara signifikan lebih panjang dari yang dapat dicapai M270 yakni 70 km dengan roket MML / M31 GMLRS, meskipun roket yang sedang dikembangkan dapat memperluas jangkauan M270 hingga 150 km.

T-300 juga memiliki salah satu hulu ledak roket artileri terbesar dalam inventaris NATO. M31 memiliki berat hulu ledak tunggal 90 kg. Jauh di bawah 150 kg hulu ledak T-300 atau 243 kg milik Smerch.

Facebook Comments