For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mattis Mundur, Pengiriman Tanker KC-46 Pegasus Pertama Jadi Rumit

KC-46 Pegasus mengisi bahan bakar ke jet tempur F/A-18 Super Hornet/Boeing

Boeing  gagal mengirimkan pesawat tanker KC-46 pertama ke Angkatan Udara pada tahun 2018 sesuai rencana, karena pemecatan Menteri Pertahanan Jim Mattis.

Angkatan Udara berniat untuk menerima KC-46 Pegasus pertama pada akhir Desember dan sedang menunggu tanda tangan dari Mattis, yang akan menyelesaikan rencana pengiriman.

Namun, kemudian Mattis pada 21 Desember 2018 kemudian mengumumkan pengunduran dirinya dari Menteri Pertahanan yang akan dilakukan pada bulan Februari, dan hanya tiga hari kemudian, Presiden Donald Trump mengatakan melalui Twitter bahwa Mattis akan menyelesaikan pekerjaannya sebagai menteri pertahanan pada akhir 2018.

Sebuah sumber mengatakan kepada Defense News pada Senin 31 Desember 2018 dan dikutip Jejaktapak   dengan perubahan besar dalam kepemimpinan di Pentagon, keputusan tentang KC-46 juga terpengaruh.

Situasi ini semakin rumit karena Wakil Menteri Pertahanan Patrick Shanahan – yang untuk sementara akan mengambil alih peran Mattis sebagai menteri pertahanan – adalah mantan eksekutif Boeing sehingga tidak boleh ikut mengambil keputusan apapun yang melibatkan perusahaan.

Boeing menolak untuk mengkonfirmasi bahwa pengiriman tidak akan dilakukan pada 31 Desember. “KC-46 tetap menjadi prioritas utama dan kami berharap dapat mengirimkan pesawat tanker ke Angkatan Udara,” kata Kelly Kaplan, juru bicara Boeing dalam sebuah pernyataan kepada Defense News. Angkatan Udara tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Facebook Comments