For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Akhirnya, Tejas Mk1 Capai Izin Operasional Akhir

Tim Tejas menutup tahun 2018 dengan langkah besar ketika pejabat HAL secara resmi menyatakan jet tempur LCA-Tejas Mk1 mencapai Final Operational Clearance (FOC). Ini menjadi tonggak terakhir dari upaya panjang India untuk membangun jet tempur sendiri yang berjalan sangat lama dan tertatih-tatih.

Pengumuman resmi FOC atau pemberian dokumen sertifikasi final kemungkinan akan diumumkan pada 4 Januari 2019  sehingga bertepatan dengan tanggal penerbangan pertama prototipe yang dikenal sebagai LCA-TD1 pada 4 Januari 2001.

Sebagaimana dilaporkan Indian Defense Research Wing Selasa 1 Januari 2018 dan dikutip JejakTapak, pemasangan meriam GSh-23 twin-barrel 23 mm  buatan Rusia dengan 220 butir amunisi tidak akan menjadi bagian dari FOC, yang berarti armada LCA-Tejas Mk1 akan membawa senjata ini, tetapi tidak akan diizinkan untuk menembakkan mereka sampai itu dinyatakan oleh tim uji pengembangan dalam waktu dekat.

Meriam GSh-23l yang diproduksi oleh Ordnance Factory Board (OFB) telah mendapatkan sertifikasi uji coba darat pada LSP-7 tetapi belum diizinkan untuk operasi dalam penerbangan. Penembakan senjata dalam pesawat membutuhkan banyak jam kerja untuk kalibrasi yang sempurna dan perlu diperhatikan untuk konsumsi gas ke dalam intake udara, getaran berlebihan pada badan pesawat di berbagai sudut dan ketinggian dan juga mencari kelemahan ketika digunakan dalam waktu lama.

HAL

Para ahli diperkirakan  memerlukan hingga dua tahun uji coba senjata dan pengumpulan data In-flight hingga akhirnya penggunaan senjata ini tidak dimasukkan dalam daftar syarat FOC.

Menurut para pakar industri, izin penggunaan senjata dalam penerbangan memang terlihat mudah dan sederhana, tetapi dapat menimbulkan kejutan buruk sehingga diperlukan tim khusus untuk mencegah insiden yang tidak semestinya.

Sebanyak 83 LCA-Tejas Mk1A yang dipesan oleh IAF adalah pesawat yang ditingkatkan dengan empat tambahan utama tidak harus melalui sertifikasi FOC lagi. Tetapi beberapa penambahan baru dalam sistem dan komponen perlu mendapat sertifikasi yang mencakup uji coba radar AESA EL / M-2052 buatan Israel, pod perlindungan diri ELL-8222WB (pita lebar), probe pengisian bahan bakar  Cobham.

HAL menyatakan bahwa perubahan ini akan membuat Mk 1A lebih lincah dan mampu meskipun tetap dilengkapi dengan mesin F404 yang kurang kuat. Tejas MK1A diklaim India  sebagai  pesawat generasi 4,5

Facebook Comments