For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Jet Koalisi Saudi Gempur Yaman Lebih dari 15.000 Kali Selama 2018

Serangan ke Yaman/IRNA

Pesawat tempur koalisi pimpinan Arab  Saudi membombardir berbagai wilayah di Yaman sebanyak 15.353 kali selama tahun 2018.

Kantor Berita Iran IRNA mengutip saluran TV Yaman ‘Al-Masirah’ melaporkan menurut data juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree Senin 31 Desember 2018 dalam sehari rata-rata jet-jet tempur koalisi menyerang hingga 50 kali.

Saree menambahkan dalam 244 kasus, Saudi menggunakan bom curah untuk menyerang sasaran di Yaman.

Selain itu kapal fregat Saudi juga melakukan 494 serangan rudal di wilayah pesisir Yaman. Dia kemudian mengatakan bahwa pasukan Yaman telah menggagalkan 1.101 serangan di negara itu.

Menguraikan tentang pelanggaran gencatan senjata di Kota Port Al-Hudaydah Yaman, dia mengatakan perjanjian sejauh ini telah dilanggar 801 kali oleh pasukan koalisi yang dipimpin Saudi.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Resolusi 2451 untuk mendukung Perjanjian Stockholm tentang penempatan tim guna memfasilitasi pemantauan dan penerapan perjanjian gencatan senjata dan membangun gencatan senjata di pelabuhan-pelabuhan penting Yaman.

Resolusi PBB terutama berfokus pada pengiriman komoditas penting kepada rakyat Yaman, mendukung Perjanjian Stockholm, menugaskan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengimplementasikannya dan mengamati gencatan senjata.

Perundingan damai Yaman putaran keempat dimulai di Stockholm, Swedia pada 6 Desember 2018 dengan kehadiran utusan khusus PBB Martin Griffith dan perwakilan pemerintah serta sepakat untuk membangun gencatan senjata di pelabuhan Yaman al-Hudaydah, al-Salif dan Ayn Issa.

Arab Saudi dan sekutu regionalnya menyerang Yaman pada Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi yang digulingkan. Sejumlah pihak mengecam serangan yang telah mengorbankan ribuan warga sipil tersebut.

Facebook Comments

error: Content is protected !!