Turki ingin memproduksi pesawat tempur dan rudal bersama Pakistan, sebuah hubungan yang juga dapat memberikannya akses ke teknologi perang berharga dari China.
Pejabat pertahanan dan pemerintah Turki telah mengadakan pembicaraan berkala dengan timpalannya di Pakistan. tentang pengembangan dan pembuatan perangkat keras militer dengan Pakistan. Menurut orang-orang dari kedua negara yang mengetahui negosiasi tersebut diskusi tingkat tinggi terakhir pada bulan Januari. Sumber-sumber tersebut tidak mengatakan kapan mereka akan bertemu lagi atau seberapa dekat mereka dengan kesepakatan.
Sebagaimana dilaporkan The Pritn, 3 Maret 2021, kesepakatan akan membuat Turki yang merupakan anggota NATO lebih dekat dengan beberapa teknologi militer China. Pakistan membangun jet tempur JF-17 dengan China dan dikatakan telah mengadaptasi desain China untuk rudal balistik Shaheen.
Turki melihat kekuatan nuklir Pakistan sebagai sekutu strategis dan mitra potensial dalam membangun proyek pertahanan rudal jarak jauh Siper dan jet tempur TF-X. Sumber tersebut tidak mengatakan apakah pembicaraan tersebut sampai pada titik mencari persetujuan Beijing untuk membagikan teknologi pertahanan China. Kementerian Luar Negeri juga China tidak menanggapi permintaan komentar tentang masalah tersebut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memuji potensi yang sangat serius untuk kolaborasi dengan Pakistan dalam proyek-proyek pertahanan, dan pejabat tinggi pertahanan telah bertemu dalam beberapa bulan terakhir. Menteri Pertahanan Pakistan Mian Muhammad Hilal Hussain dikabarkan bertemu dengan pejabat tinggi Turki termasuk Menteri Pertahanan Hulusi Akar pada bulan Desember 2020 dan membahas kerja sama industri pertahanan itu. Akar juga telah bertemu dengan menteri pertahanan Pakistan, kepala militer dan kepala angkatan udara, dan menemani Erdogan dalam kunjungan ke Pakistan selama setahun terakhir.
Negara-negara tersebut sudah memiliki beberapa kerja sama di industri pertahanan, termasuk memproduksi bersama kapal perang yang dijual Turki ke Pakistan.
Adopsi Turki atas teknologi militer China dapat menyebabkan perselisihan baru dengan Amerika yang akan enggan melihat Ankara menjauh dari aliansi militer barat. Washington telah memberi sanksi kepada Turki karena membeli sistem pertahanan rudal dari Rusia, dan telah menangguhkan keikutsertaan Turki dalam program F-35.
Turki menandatangani kesepakatan S-400 dengan Rusia dua tahun setelah membatalkan rencana untuk membeli sistem pertahanan rudal China. Pembatalan juga karena tekanan dari Amerika. Ankara sekarang menegosiasikan potensi pembelian sistem S-400 kedua, dan kesepakatan produksi bersama dengan Moskow.


mas judulnya kayaknya salah, Turki ingin gandeng Turki??? jeruk makan jeruk dong
mungkin maksudnya China gandeng Turki…