For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kapal Selam USS George Washington, Lompatan Besar dalam Perang Nuklir

Kapal ini lahir sebagai bagian pembangunan kekuatan nuklir kala Perang Dingin. Kapal selam yang menjadi awal dari kapal selam nuklir rudal balistik. USS George Washington lahir  hanya 12 tahun setelah bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Awalnya dirancang sebagai kapal selam serangan, lambung George Washington kemudian diperpanjang untuk mengakomodasi 16 rudal Polaris dengan hulu ledak nuklir.

Setiap rudal memiliki jangkauan 1.500 mil, membuat kapal selam rudal balistik menjadi lompatan yang luar biasa dalam kemampuan mengirim bom nuklir dibandingkan pesawat pembom B-29 yang beroperasi pada akhir Perang Dunia II.

Kemajuan teknologi miniaturisasi senjata nuklir berarti bahwa hulu ledak W-47 yang dibawa Polaris hanya memiliki berat ¬†720 poun tetapi mampu menghasilan ledakan 600 kiloton. Sebagai perbandingan, “Little Boy” bom dijatuhkan di Hiroshima yang memiliki berat 9.700 poun memiliki daya ledak hanya 15 kiloton.

Ketika diluncurkan pertama pada 9 Juni 1959 USS George Washington segera menarik perhatian masyarakat itu. Pasalnya, USS George Washington diluncurkan pada saat dunia sedang memasuki era Perang Dingin yang ditandai dengan persaingan senjata nuklir.

Dunia kala itu masih trauma dengan bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, walaupun amerika menang dalam perang tersebut. Namun, kekhawatiran akan senjata nuklir muncul karena efek dahsyat yang ditimbulkannya.

Kapal selam ini pun segera menjadi kebanggaan bagi militer Amerika, USS George Washington pun segera melakukan patroli di bawah komando Angkatan Laut AS.

Sebuah insiden pernah terjadi , pada 9 April 1981 kapal selam USS George Washington bertabrakan dengan Kapal Kargo Nissho Maru. Akibatnya kapal berbendera Jepang itu tenggelam dan menewaskan dua awak kapalnya. Sedangkan USS George Washington mengalami kerusakan ringan.

Perdana Menteri (PM) Jepang Zenko Suzuki mengecam Presiden Amerika Ronald Reagan dan menilai USS George Washington telah memasuki wilayahnya tanpa izin negaranya

Sedangkan Presiden Reagan menilai Kapal Nissho Maru seharusnya mengalah karena USS George Washington memiliki senjata nuklir sehingga jika terjadi kerusakan bisa membahayakan keduanya.

Setelah dilakukan penyelidikan akhinrnya Presiden Reagan mengakui kesalahan USS George Washington, dan akan bertanggung jawab atas insiden ini.

Namun, insiden tabrakan USS George Washington dunia merasa khawatir. Pasalnya, jika terjadi kerusakan berat maka senjata nuklir yang dibawanya bisa saja meledak di lautan. Beruntung USS George Washington mengalami kerusakan ringan.

 

Pada 1982, sesuai dengan perjanjian SALT I USS George Washington mengakhiri tugasnya. Kapal selam itu kini berlabuh di Pelabuhan Pearl Harbour.

Facebook Comments