For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika Desak Rusia Bergabung Melawan Iran

Garda Revolusi Iran

Amerika Serikat meminta Rusia untuk bergabung bersama melawan Iran. Salah satunya dengan mendesak Suriah agar mengusir pasukan Iran yang ada di negara tersebut.

Berbicara di depan Komite Urusan Luar Negeri Kongres, Perwakilan Khusus untuk Keterlibatan Suriah dan Utusan Khusus untuk Koalisi Global melawan ISIS James Jeffrey meminta Rusia menggunakan pengaruhnya untuk mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad agar memerintahkan penarikan pasukan Iran dari negara itu.

Pejabat senior melanjutkan dengan mengatakan bahwa Rusia dan Amerika memiliki kepentingan bersama di Suriah.

Jeffrey mengklaim bahwa ada lebih dari 10.000 tentara dari negara ketiga di Suriah dikendalikan oleh Iran, termasuk gerilyawan Hizbullah. Pejabat itu melanjutkan dengan mengklaim bahwa selain dukungan militer langsung, Iran menyediakan drone, sistem radar, dan peralatan lainnya.

“Yang benar-benar memprihatinkan kita adalah sistem proyeksi kekuatan Iran – rudal jarak jauh, drone, sistem radar, kemampuan pertahanan udara yang Anda perlukan dalam perang saudara internal,” kata Jeffrey kepada komite sebagaimana dikutip Sputnik Rabu 22 Mei 2019.

Teheran telah dituduh menggunakan Suriah sebagai taman bermain untuk kemungkinan serangan militer di masa depan terhadap Israel. Teheran telah berulang kali membantah klaim itu, menekankan bahwa itu semata-mata memberikan penasihat militer ke Suriah atas permintaan Damaskus untuk membantu negara itu dalam perangnya melawan terorisme.

Loading...

Meningkatnya ketegangan antara amerika dan Iran mencapai tingkat baru awal bulan ini, ketika Amerika memberlakukan lebih banyak sanksi anti-Iran dan mengirim kelompok tempur kapal induk, pembom B-52, jet tempur F-15 dan pencegat Patriot ke Timur Tengah untuk melawan apa yang digambarkan Washington sebagai ancaman dari Iran.

Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran dalam sebuah Tweet bahwa jika perang terjadi maka itu akan menjadi akhir resmi dari Iran. Menanggapi ancaman-ancaman itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membandingkan Trump dengan penguasa-penguasa masa lalu, seperti Jenghis Khan dan Alexander the Great dengan mengatakan bahwa orang-orang Iran “telah berdiri tegak selama ribuan tahun dan para agresor terus pergi”.

Loading...
Facebook Comments