For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Destroyer Kelas Atago Jepang Vs Type 052D China, Lebih Tanggung Mana

Type 052D

China baru-baru ini meluncurkan dua kapal perusak rudal dipandu Type 052D.  Destroyer terbesar di Asia ini secara pelan namun pasti menjadi tulang punggung Angkatan Laut China menggantikan destroyer lama seperti Type 051 yang sudah tua dan ukurannya juga terlalu kecil.

Type 052D adalah kapal perusak besar dengan bobot 7.500 ton dan mulai diperkenalkan ke Angkatan Laut China pada Maret 2014. Kapal ini mengemas radar dan sistem sonar canggih, meriam utama 130 mm, dan sistem peluncuran vertikal 64 sel yang dapat meluncurkan rudal permukaan ke udara, rudal antikapal dan anti kapal selam. Kapal dapat membawa satu helikopter.

China bukan satu-satunya negara yang memiliki destroyer canggih. Jepang, negara yang juga memiliki hubungan tidak nyaman dengan China pun memiliki kapal jenis ini yang dikenal sebagai Kelas Atago. Bagaimana perbandingan keduanya?

Kelas Atago
Kelas Atago

Inti dari 052D adalah kombinasi dari type 346 Dragon Eye active electronically scanned array radar system dan Type 518 L-band radars. Seorang pakar Rusia mengklaim Dragon Eye mampu mendeteksi F-35, tetapi belum ada bukti kuat tentang pernyataan ini. Juga belum diketahui apakah Dragon Eye mampu menembak jatuh rudal balistik.

Atago Plus, di sisi lain, ini didukung oleh radar passive electronically scanned array AN / SPY-1D (V).  Kelas Atago Plus- awalnya tidak mendapat software untuk terlibat rudal balistik, tapi saat ini sedang diperbaiki dengan update. Dalam hal radar, Atago Plus bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan 052D.

Perusak Kelas Atago Jepang
Perusak Kelas Atago Jepang

052D dan Atago Plus, keduanya memiliki senjata utama 127 milimeter ke kelas 130 milimeter. Untuk membela diri terhadap rudal, kapal kecil dan kapal serang cepat Chinamemiliki dua senjata 30-milimeter dan H / PJ-12 H/PJ-12 anti-missile close-in weapon system (CIWS), yang terakhir tujuh barel 30-milimeter gun Gatling.

Sedangkan Kelas Atago Plus  memiliki dua Phalanx CIWS Blok 1B, versi upgrade dari gun Gatling lama yang ditambah dengan radar untuk melawan rudal dan kapal-kapal kecil.

Dalam hal senjata persenjataan, dua kapal berada dalam kemampuan seimbang. Namun kapal Chinamemiliki lebih banyak senjata.

Kedua kapal terutama mengandalkan rudal, dengan puluhan peluncuran vertikal silo yang menyediakan pilihan payload yang fleksibel. Perusak 052D memiliki 64 peluncur silo. Perusak Atago Plus-kelas Jepang memiliki 96 silo-64 di haluan dan 32 di buritan.

Silo pada perusak 052D dapat memuat rudal HQ-9B SAM, CY-5 torpedo anti kapal selam, dan rudal anti kapal YJ-18 yang merupakan versi China dari rudal Klub Rusia. AS Office of Naval Intelligence memperkirakan mereka di beberapa titik juga akan dilengkapi dengan rudal jelajah serangan darat, mungkin DF-10 versi angkatan laut.

Kapal Perusak Dipandu Rudal Type 052D milik China
Kapal Perusak Dipandu Rudal Type 052D milik China

Type 052D memiliki sistem defensif selain rudal berbasis silo, juga dilaporkan memiliki paket quad dari rudal permukaan ke udara jarak menengah DK-10A, dua senjata 30-milimeter, dan satu H/PJ-12 and FL-3000N point defense anti-missile systemdan FL-3000N. Bahkan memiliki 24 hot anti-submarine decoy system.

Apakah ini membantu 052D unggul dalam defensif? Sedikit, tapi tidak benar-benar penting: pertahanan Atago Plus dapat mencakup spektrum yang lebih luas yakni untuk gugus tugas, bukan hanya kapal itu sendiri.

Silo di Atago Plus-kelas dapat membawa pencegat rudal balistik SM-3 Blok IIA, rudal permukaan ke udara SM-2MR, yang baru adalah rudal permukaan ke udara SM-6, dan ASROC, sistem mirip dengan CY -5. Karena alasan politik, Jepang tidak memiliki rudal jelajah serangan darat.

Atago Plus akhirnya menang pada kemampuan defensif.  Kelas Atago mampu mencegat rudal yang terbang di perukaan laut hingga di tepi ruang angkasa. Kapal ini dapat membawa 50% lebih  anyak rudal di silo defensif. Selain itu juga memiliki kemampuan peperangan anti kapal selam.

Dalam hal rudal ofensif 052D memiliki keunggulan yang menentukan, yang mampu memuat 64 peluncuran vertikal dengan rudal anti-kapal. Sementara kelas Atago Plus  terbatas pada delapan rudal anti-kapal SSM-1B, seperti Harpoon Amerika, terlalu besar untuk muat di silo dan harus disimpan di dek atau suprastruktur.

Kelas 052D menang pada kemampuan ofensif. Fakta bahwa China memiliki rudal jelajah dan tidak ada keraguan 052D memiliki kemampuan serangan darat.

Baca juga:

Melihat Fungsi dari Kapal Penjelajah, Destroyer dan Frigat

Facebook Comments