For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Agak Tidak Biasa, Sepasang Pesawat Tu-142 Rusia Dicegat Typhoon di Dekat Islandia

Tu-142M

Jet tempur Typhoon Angkatan Udara Italia yang dikerahkan ke Islandia melesat cepat ke udara setelah dua pesawat tak dikenal tereteksi di wilayah internasional dekat perbatasan negara tersebut.

Setelah identifikasi visual dilakukan dua pesawat tersebut adalah pesawat pengintai maritim dan anti kapal selam jarak jauh Tu-142 Bear-F milik Angkatan Laut Rusia.

Pencegatan terjadi pada 18 Maret 2019 oleh Typhoon yang bergabung dalam operasi pengawasan udara NATO.

Pencegatan itu menjadi yang pertama dilakukan sejak Eurofighter Typhoon Italia dikerahkan ke Keflavik, Islandia, pada 11 Maret 2019, untuk melakukan tugas-tugas QRA (Quick Reaction Alrert)  untuk menyediakan kemampuan mencegat pesawat bagi Islandia, sekutu NATO yang tidak memiliki aset pertahanan udara.

Jet tempur Typhoon Italia

Ini adalah yang keempat kalinya, setelah 2013, 2017 dan 2018, Italia mengirimkan pesawat ke Keflavik untuk pengawasan udara Islandia, tugas yang, selama dekade terakhir, telah dilakukan juga oleh pesawat tempur dari Kanada, Republik Ceko, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, Portugal, dan Amerika Serikat.

Sayangnya, tidak ada gambar intersep yang dirilis oleh NATO, namun Tu-142 adalah salah satu dari dua varian yang jarang terlihat terutama di daerah Baltik dalam beberapa tahun terakhir. Kedua varian tersebut adalah Tu-142MK atau Tu -142MZ yang lebih baru. V arian ini dapat dibedakan dengan kehadiran fairing di depan varian produksi terakhir dari “Bear F”, dengan mesin NK-12MP baru dan rangkaian avionik baru, varian yang dijuluki Bear-F Mod. 4. Pesawat ini merupakan pengembangan dari bomber Tu-95 Bear.

Tu-142MK dan MZ  mampu membawa muatan senjata maksimum 9000 kg di dalam dua teluk senjata pesawat, dengan opsi termasuk tiga torpedo (rocket-propelled APR-2/APR-3, atau electric AT-2M atau UMGT-1) atau bom kedalaman (seperti Zagon / Zagon-2 dan bom kedalaman nuklir). Pesawat juga membawa ranjau dan sonobuoy.  Loadout khas Tu-142MK terdiri dari 3 torpedo  dan 66 RGB-75, 44  RGB-15, 10 RGB-25 dan 15 sonobuoy RGB-55.

Hal yang tidak biasa dan patut dicatat bahwa pesawat patroli maritim dan ASW (Anti-Sub Warfare) ini jarang beroperasi berpasangan.Tidak jelas apakah mereka terlibat dalam latihan jarak jauh, penerbangan jarak jauh atau hanya unjuk kekuatan dalam menanggapi penerbangan B-52 di wilayah Baltik.

Facebook Comments