For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mesir Beli Dua Lusinan Jet Tempur Su-35

Rusia dan Mesir telah menandatangani kesepakatan penjualan beberapa lusin jet tempur Su-35. Bersama dengan MiG-29, jet tempur super manuver ini diyakini akan mendongkrak kekuatan udara negara tersebut.

Surat kabar Rusia Kommersant  melaporkan Senin 18 Maret 2019 kontrak itu diperkirakan mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp28 triliun dan menegaskan status Mesir sebagai salah satu pembeli senjata Rusia terbesar.

Sumber-sumber puncak perusahaan industri pretahanan Rusia mengatakan kepada Komerstant, Mesir menyiratkan pembelian ini mencapai lebih dari dua lusin mesin atau sekitar 24 dan mulai berlaku pada akhir 2018. Pasokan akan dimulai pada awal 2020-2021.

Sedangkan Layanan Federal untuk Kerjasama Militer-Teknis dan pengekspor senjata Rusia Rosoboronexport  menahan diri untuk tidak mengomentari topik ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir adalah salah satu pembeli terbesar berbagai senjata dan peralatan militer Rusia. Kegiatan ini terkait langsung sejak kekuasaan Presiden Abdel-Fattah Al-Sisi, yang berkuasa di Mesir melalui kudeta tahun 2013.

Menurut sumber-sumber militer, al-Sisi yang sebelumnya Menteri Pertahanan dan menggantikan Mohammed Mursi  dengan cepat menyadari kebutuhan nyata tentara untuk memperkuat persenjataan militer secara besar-besaran.

Pada pada tahun 2014, Moskow dan Kairo menandatangani paket kontrak senjata pasokan berbagai sistem pertahanan udara se[erto Antey-2500 dan Buk-M2E, artileri, senjata kecil dan senjata lainnya senilai sekitar US$ 3,5 miliar.

Selanjutnya, Mesir juga menandatangani kontrak pasokan 46 jet tempur MiG-29M / M2 senilai sekitar $ 2 miliar dan 46 helikopter tempur Ka-52 senilai lebih dari US$ 1 miliar.

Mesir juga memperkuat militernya dengan senjata buatan negara lain seperti membeli 24 jet tempur Rafale  dari Prancis bersama fregat tipe FREMM dan rudal jelajah taktis Scalp-EG bernilai sekitar 5 miliar euro.

Namun,  dilaporkan  Amerika Serikat memblokir penjualan rudal Scalp ke Mesir karena sebagian komponennya buatan Amerika.

Facebook Comments