For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Pesawat Kiamat Amerika Mendarat Darurat

E-6B Mercury

Pesawat E-6B Mercury milik Angkatan Laut Amerika yang juga dikenal sebagai “Doomsday Plane” atau ‘Pesawat Kiamat’ dipaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Tulsa.

Pendaratan darurat terjadi Selasa 5 Maret 2019  sekitar pukul 15:00 waktu setempat. Awak terlihat mengevakuasi diri menggunakan slide darurat. Setidaknya satu anggota kru tampaknya menutupi wajahnya, mungkin reaksi karena ada asap di dalam pesawat.

Menurut Angkatan Laut Amerika sebagaimana dilaporkan The Aviationist, awak pesawat menemukan asap di pesawat karena pemisah air yang salah.

Insiden ini patut dicatat karena peran E-6B Mercury dalam pertahanan strategis sangat penting. Pesawat ini dioperasikan oleh Strategic Communications Wing One (STRATCOMWING ONE).

Angkatan Laut AS memiliki total 16 armada E-6B Mercury (TACAMO – “TAke Charge And Move Out”) yang memainkan peran yang sangat penting bagi Keamanan Nasional Amerika.

Pesawat ini digunakan untuk menyampaikan instruksi kepada armada kapal selam rudal balistik jika terjadi perang nuklir tetapi juga bertindak sebagai cadangan dari empat  E-4B NAOC (National Alternate Operations Center) yang bekerja sebagai platform ABNCP (Airborne Command Post)

Mercury mampu berkomunikasi di hampir setiap pita frekuensi radio, di satelit komersial dan di Internet, menggunakan juga sistem VOIP yang aman. Pesawat ini biasanya terbang dalam jalur  lingkaran saat membuntuti antena mereka atau untuk mengeksploitasi satelit geostasioner tertentu untuk komunikasi radio.

E-6 secara teratur mendukung pesawat pembom B-2 yang terlibat dalam misi jarak jauh, bertindak sebagai “Skymaster” atau pos komando lintas udara Udara dan relai komunikasi USSTRATCOM.

E-6B bertindak sebagai platform komunikasi darurat untuk mengeluarkan atau menyampaikan perintah peluncuran ke kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir yang sedang patroli aktif di seluruh dunia. Jika fasilitas komando dan kontrol rudal balistik nuklir darat dihancurkan dalam serangan pertama di Amerika , pesawat E-6B Mercury dapat mengeluarkan arahan peluncuran dari udara.

Facebook Comments