For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia Ingatkan NATO Soal Aktivitas Kapal Mereka di Laut Hitam

Destroyer USS Carney Amerika di Laut Hitam.US NAVY

Rusia telah memperingatkan NATO pimpinan Amerika terkait keputusan mereka baru-baru ini untuk meningkatkan kehadiran militer di Laut Hitam. Moskow menyebut langkah seperti itu akan semakin meningkatkan ketegangan di wilayah yang tengah bergejolak.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan bahwa keputusan aliansi militer Barat untuk memperkuat posisinya di laut “tidak mengejutkan” untuk Moskow.

“Kami berbicara tentang penguatan pasukan militer dan maritim negara-negara anggota NATO, pertama dan terutama, Rumania dan Bulgaria, ditambah negara-negara non-pesisir yang memasuki Laut Hitam lebih sering,” katanya Jumat 15 Februari 2019. “Kami memahami bahwa kegiatan ini memperburuk situasi di bidang keamanan,” tambah Grushko dikutip Press TV.

Pernyataan itu menanggapi Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg yang sebelumnya mengatakan bahwa aliansi sedang mempertimbangkan perluasan kehadirannya di wilayah tersebut dalam upaya untuk mendukung Ukraina.

Dia juga mengatakan bahwa aliansi militer siap untuk melakukan permainan perang di wilayah ini dalam beberapa hari. “Sekutu NATO tentu saja dengan jelas menyatakan bahwa tindakan agresif Rusia terhadap Ukraina tidak dapat diterima,” kata kepala NATO.

“Kami sedang mencari tahu apakah kami dapat meningkatkan kehadiran kami di Laut Hitam dan dalam waktu dekat, dalam beberapa hari, kami akan memiliki kapal NATO di Laut Hitam, yang berpartisipasi dalam latihan.”

Stoltenberg lebih lanjut mengatakan dia akan membahas”langkah-langkah apa yang harus diambil NATO untuk beradaptasi dengan dunia dengan lebih banyak rudal Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan menteri-menterinya bulan lalu untuk mulai mengerjakan rudal jelajah darat baru dan rudal hyper-sonic darat baru sebelum 2021 setelah Amerika Serikat menangguhkan kewajiban di bawah Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).

 

Facebook Comments