For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Eks Petinggi NATO: Amerika Mengkhianati Keamanan Eropa

Rudal Aegis Ashore Amerika

Mantan kepala Komite Militer NATO dan pensiunan jenderal Angkatan Udara Jerman Harald Kujat dengan tajam mengkritik Amerika karena mengakhiri Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF) sebagai hal yang sangat berbahaya bagi Eropa.

“Ini pengkhianatan terhadap keamanan sekutu Eropa” katanya dalam sebuah wawancara dengan penyiar Bavaria Bayerischer Rundfunk yang dikutip Sputnik Jumat 15 Februari 2019.

Menurutnya  penarikan dari perjanjian yang mengakhiri perlombaan senjata nuklir pada tahun 1987 berarti bahwa Amerika mengucapkan selamat tinggal pada tanggung jawab kepada sekutu Eropa-nya. Langkah ini bisa sangat berbahaya bagi Eropa, kata Kujat.

“Segala sesuatu yang terjadi setelah Perjanjian INF lebih buruk daripada yang kita miliki saat ini”, kata mantan pejabat NATO itu. Dia masih berharap Perjanjian INF dapat diselamatkan

Menyusul klaim Amerika bahwa rudal 9M729 Rusia melanggar batas jangkauan perjanjian itu, kendati Moskow membantah tuduhan itu sebagai tidak berdasar, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengumumkan bahwa Washington menangguhkan kewajibannya berdasarkan Perjanjian INF dan memicu proses penarikan enam bulan kecuali Moskow segera mematuhi pelanggaran kesepakatan kontrol senjata bilateral.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow juga menunda keikutsertaannya dalam perjanjian itu sebagai tanggapan atas tindakan Amerika. Selain itu, Rusia telah menekankan bahwa sistem pertahanan Amerika di Eropa dilengkapi dengan peluncur yang mampu menembakkan rudal jelajah pada jarak yang dilarang berdasarkan Perjanjian INF.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg baru-baru ini mengatakan bahwa blok tersebut sedang mempersiapkan potensi penghentian perjanjian dan harus mengambil langkah-langkah pembalasan jika Rusia gagal untuk mematuhinya. Namun pihaknya tidak menginginkan perlombaan senjata baru dan tidak mau berencana untuk mengerahkan rudal berbasis darat baru di Eropa.

Perjanjian INF, yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet pada tahun 1987  melarang semua rudal berbasis darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer. Ketika Presiden Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev menandatangani perjanjian di Washington, DC,  Amerika dan Uni Soviet adalah satu-satunya negara di dunia dengan teknologi nuklir jarak menengah yang matang.

Sekarang, China dan negara-negara lain seperti Pakistan, India, dan Korea Utara, dilaporkan memiliki kemampuan seperti itu, dan mereka tidak terikat oleh Perjanjian INF yang dilaporkan mempersulit prospek untuk pembicaraan baru tentang pengendalian senjata.

Facebook Comments