For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Bagaimana Cara ISS Menghindari Tabrakan Sampah Ruang Angkasa?

Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS)

Pada Februari 2007 ruang angkasa mengalami chaos yang dipicu oleh tindakan China. Negara ini bikin geger ketika melakukan uji rudal antisatelit mereka dan dengan telak menghantam sebuah satelit cuaca yang sudah mati hingga hancur mengakibatkan jutaan puing berhamburan mengancam benda ruang angkasa termasuk stasiun ruang angkasa.

Kantor Berita Rusia bahkan sempat melaporkan Stasiun Luar Angkasa Internasional harus menggeser orbitnya untuk menghindari puing-puing satelit yang hancur ditembak rudal China.

Tetapi ternyata laporan itu tidak benar. Lembaga antariksa Amerika (NASA) yang memonitor puing-puing itu memutuskan bahwa stasiun aman sehingga tidak perlu digeser.

Tetapi dari insiden itu tetap memunculkan pertanyaan. Bagaimana cara Stasiun Luar Angkasa atau International Space Station (ISS) yang begitu besar mengubah orbitnya, dan seberapa cepat itu bisa melakukannya dalam keadaan darurat?

Untuk diketahui stasiun ini dilengkapi dengan satu set roda giroskop-stainless steel seberat 220-pound yang berputar 6,600 kali per menit. Setidaknya dua ini diperlukan untuk menghasilkan torsi yang membuat stasiun bisa berada di posisi tepat tanpa harus membuang propelan.

Tapi energi yang dimunculkan dari alat ini tidak cukup untuk mendorong ISS ke orbit yang berbeda. Untuk itu, daya dorong yang lebih kuat diperlukan untuk menggeser benda tersebut. Ada beberapa pilihan yang dimiliki untuk meningkatkan orbitnya.

Loading...

Salah satunya dengan memecat kapal pendorong milik  Rusia (Russian Progress Spacecraft)  yang berada di stasiun tersebut. Untuk memindahkan ISS dengan aman, delapan mesin Progress dinyalakan dan mendorong stasiun ini dengan stabil.

Russian Progress Spacecraft
Russian Progress Spacecraft

Bagaimana jika tidak ada Progress? Dalam kasus seperti ini akan menggunakan pendorong yang ada dalam modul layanan Zvezda Rusia. Salah satu modul yang dipasang pada tahun 2000. Mesin Zvezda belum pernah digunakan dalam enam tahun ini.

Jack Bacon, seorang insinyur sistem integrasi pada program ISS mengatakan meski tidak untuk menghindari sampah luar angkasa, stasiun ini beberapa kali digeser orbitnya.

Bahkan pergeseran merupakan hal yang biasa terutama ketika akan ada pesawat dari bumi yang hendak merapat. Dan menurutnya hal itu tidak selalu lancar. Desember 2006 misalnya, pendorong pada Pesawat Progress dipecat 1,364 detik untuk menaikkan orbit stasiun setinggi lima mil sebelum pesawat ulang alik Discovery tiba. Tetapi ada masalah karena perpindahan hanya bisa sampai lima mil saja. Sehingga harus diset ulang.

Selain perubahan orbit teratur untuk memenuhi pesawat ruang angkasa yang masuk, Bacon mengatakan, ISS harus pindah beberapa kali untuk melawan efek drag atmosfer pada panel surya .

Tetapi itu jika terencana. Lalu bagaimana jika keadaan darurat? Tiba-tiba ada segerombolan sampah antariksa yang meluncur dan mengancam stasiun? Bacon, yang telah menjadi bagian dari program ISS sejak ia bergabung NASA hampir 20 tahun mengatakan bahwa bahkan dengan peringatan canggih, insinyur menunggu sampai “menit terakhir” untuk menyalakan pendorong menghindari ancaman potensial. Menit terakhir berarti 1,5 orbit, atau sekitar 135 menit, dari titik diperkirakan tabrakan.

Pada waktu selama itu sudah bisa diputuskan apakah ISS harus didorong ke atas atau ke bawah. Selain itu juga untuk menunggu pelacakan puing yang dilakukan skuadron kontrol luar angkasa (Space Kontrol Squadron) yang ada di Cheyenne Mountain di Colorado, yang melacak puing-puing di orbit. Mereka akan terus memberikan prediksi terakhir yang kadang-kadang berubah karena berbagai hal.

Tetapi bukan berarti semua telah aman. Karena menurut Bacon, Cheyenne Mountain hanya dapat melacak objek paling kecil seukuran bola tenis. Sementara ISS dirancang tahan dengan tabrakan dengan objek seukuran paling kecil sebesar kacang polong.

Selain itu ada begitu banyak sampah di ruang angkasa. Lebih dari 100.523.000 sampah antariksa dari ukuran lebih dari satu milimeter (mm) hingga lebih dari 10 centimeter (cm) yang dihasilkan sejak lebih dari 50 tahun terakhir semakin mengancam keberadaan satelit hingga stasiun luar angkasa.

Uji coba rudal antisatelit China pada 2007 saja menghasilkan 3000 fragmen berukuran di atas 10 cm yang diperkirakan akan ada di luar angkasa ratusan tahun. Dan pada 2009, kejadian signifikan juga terjadi di ruang hampa udara tersebut saat satelit Rusia Iridium 33 hancur tertabrak satelit Rusia Cosmos 2251 lainnya yang sudah tidak aktif.

Jadi harus diakui keberuntungan memegang peranan penting dalam menjaga stasiun tetap aman.

Sumber: airspacemag.com

 

 

Loading...
Facebook Comments