For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Apa Yang akan Terjadi Jika Tiba-Tiba Bumi Kehilangan Bulan?

Bulan menjadi tetangga paling dekat planet bumi. Benda langit ini dengan setia memutari bumi tempat manusia tinggal dan menjadi salah satu perhitungan waktu bagi sebagian masyarakat.

Bulan sebenarnya berasal dari bumi. Atau dengan kata lain awalnya merupakan bagian dari bumi kita ini. Ketika Bumi adalah bayi lava cair pada berusia 30 juta tahun, sebuah impactor raksasa menghantam Bumi, menyebabkan sejumlah bagian dari bumi melesat jauh meninggalkan induknya.

Impactor ini bergabung dengan mantel panas untuk membentuk bulan. Satu miliar tahun yang lalu, bulan berhenti menjadi aktif secara geologis.Dan sekarang menjadi tetangg kita yang begitu indah.

Pertanyaannya bagaimana jika tiba-tiba bulan hilang atau pergi meninggalkan kita? Apa kira-kira yang terjadi dengan bumi. Karena bulan tidak sekadar memutari bumi tetapi juga bekerja keras untuk member pengaruh pada planet ini.

Mungkin dampak yang paling jelas jika bulan ngambek kemudian pergi meninggalkan kita adalah  perubahan pasang surut air laut. Jika bulan tidak mempengaruhi lautan kita, gelombang akan sekitar sepertiga ukuran  sekarang ini. Matahari akan “mengambil alih” perubahan pasang surut, tapi itu hanya tidak memiliki tarikan yang sama dengan bulan.

Bulan juga mempengaruhi ketinggian laut; tarikan gravitasi bulan menyebabkan “tonjolan” air sekitar bagian tengah. Dengan kata lain, kutub memiliki air lebih sedikit dibandingkan daerah khatulistiwa. Jika bulan tidak ada, tonjolan air akan menyebar, bergegas ke kutub yang dangkal.

Bulan ini juga membantu untuk memperlambat rotasi bumi. Bahkan, bulan sebenarnya sedang melambat kita sedikut demi sedikit meski hanya dalam hitungan mikrodetik per tahun. Jika kita tidak punya bulan untuk memperlambat rotasi, maka kita akan berputar hanya dalam waktu enam jam untuk satu hari. Tidak 24 jam seperti sekarang.

Kehilangan bulan juga akan memunculkan berbagi macam konsekuensi seperti badai dan mungkin juga akan mempengaruhi kehidupan bumi. Bayangkan saja bagaimana jika kita hanya memiliki beberapa jam siang dan beberapa jam malam. Pasti evolusi kehidupan bumi juga tidak seperti sekarang kan?

Bulan, selama ini juga mempengaruhi sumbu bumi kita. Bulan menstabilkan kita untuk tetap berada pada letak yang bagus   23 derajat tilt yang mempengaruhi musim di bumi. Tanpa bulan, kita mungkin meluncur dari tegak ke samping.

Dengan mendekati nol derajat tilt kita akan hampir tidak melihat beberapa menit dari matahari atau – seperti Uranus, dengan kemiringan 97 derajat – kita mungkin menemukan diri kita dalam 42 tahun terus-menerus dari sinar matahari, diikuti oleh 42 tahun kegelapan.  Nah jadi jangan sampai kita kehilangan bulan. Bisa kacau balau..

Sumber:  www.howstuffworks.com

Facebook Comments