For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

China: Jangan Ada Yang Coba-Coba Bantu Taiwan Bikin Kapal Selam

Kapal selam Taiwan

China memperingatkan Amerika Serikat, India dan negara-negara lain agar tidak mentransfer teknologi kapal selam ke Taiwan dengan langkah seperti itu dapat merusak hubungan bilateral mereka dengan Beijing.

Sebuah perusahaan India dilaporkan di antara enam perusahaan dari Amerika, Jepang dan Uni Eropa yang telah mengajukan proposal yang rencananya diajukan ke Taiwan untuk membangun kapal selam.

“China dengan tegas menentang negara mana pun yang menjual senjata ke Taiwan dan memiliki segala bentuk hubungan militer dengan Taiwan. Posisi ini konsisten dan jelas, ”kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying Senin 14 Januari 2019 sebagaimana dilaporkan The Statesman.

“Kami mendesak Amerika dan negara-negara lain untuk sepenuhnya memahami sensitivitas masalah ini dan dengan sungguh-sungguh mematuhi prinsip satu-China dan tidak mengizinkan perusahaan untuk berpartisipasi dalam program kapal selam Taiwan dan menghentikan segala bentuk hubungan militer dengan Taiwan.”

“Kami mendesak mereka untuk menangani masalah ini secara hati-hati dan benar untuk menghindari kerusakan hubungan bilateral [dengan China],” tambah Hua.

China menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai provinsi yang memisahkan diri dan telah bersumpah untuk menarik kembali Taiwan masuk ke wilayahnya bahkan jika harus terpaksa menggunakan kekuatan militer.

China selalu bereaksi keras kepada negara mana pun yang membangun segala jenis kontak dengan pulau di seberang Selat Taiwan tersebut.

Bahkan meski Washington tidak secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara, negara itu terus menguji Beijing dengan menandatangani perjanjian senjata dengan Taipei.

India juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan tetapi pulau itu mempertahankan Pusat Kebudayaan Ekonomi Taipei di New Delhi yang secara de facto sebagai Kedutaannya.

Facebook Comments

error: Content is protected !!