For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Badan Pengawasan Senjata Kimia Dunia Masukkan Novichok dalam Daftar Racun Terlarang

Tentara menggunakan pakaian pelindung sedang bekerja di sebuah lokasi di Winterslow, dekat Salisbury, tempat bekas mata-mata Rusia diserang dengan agen saraf Novichok /Daily Mail

Badan pengawas senjata kimia dunia OPCW akan memasukkan Novichok ke dalam daftar racun yang dilarang setelah beberapa negara anggotanya mengesahkan sebuah usulan.

Novichok adalah racun saraf era Uni Soviet yang digunakan dalam serangan di Salisbury, Inggris, tahun lalu.

Ke-41 negara anggota badan pengambil keputusan OPCW mengadopsi sebuah usulan bersama yang diajukan Amerika Serikat, Belanda dan Kanada.

“Mereka setuju untuk menambah dua keluarga racun kimia yang sangat mematikan ([termasuk racun yang digunakan di Salisbury],” kata wakil Kanada untuk organisasi itu, Sabine Nolke, di Twitter.

“Rusia memisahkan diri dari konsensus ini tapi tetap mematuhinya,” tulis Nolke.

Negara-negara sekutu Barat sebelumnya melakukan pengusiran terbesar diplomat Rusia, sejak puncak Perang Dingin, sebagai respons atas serangan terhadap mantan agen rahasia Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Maret lalu.

Inggris mengatakan para agen dari badan intelijen militer Rusia GRU meracuni Skripals dengan Novichok. Pemerintah Rusia, di sisi lain, membantah terlibat.

Keputusan OPCW pada Senin 14 Januari 2019 tersebut bersifat rahasia dan tidak ada rincian yang diumumkan. Pelarangan Novichok itu merupakan perubahan pertama pada daftar kimia organisasi itu, yang termasuk racun mematikan VX, gas sarin dan gas mustard, sejak daftar itu disahkan di bawah Konvensi Senjata Kimia pada 1997.

Ke-193 negara anggota OPCW memiliki waktu 90 hari untuk mengajukan keberatan terhadap keputusan pada Senin itu.

OPCW, yang pernah menjadi organisasi berdasarkan konsensus, mendobrak batasan politik atas penggunaan senjata kimia di Suriah, negara yang mendapat dukungan militer Rusia.

Facebook Comments