For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Turki ke Amerika: Serahkan Pangkalan Militer Anda di Suriah ke Kami Atau Hancurkan

Pangkalan militer Amerika di Suriah

Turki, dalam perundingannya dengan pejabat Amerika Serikat  akan meminta negara tersebut untuk menyerahkan pangkalan militer di Suriah kepada Ankara atau menghancurkannya. Sebuah permintaan yang dapat lebih lanjut memperumit disksui terkait penarikan pasukan Amerika dari Suriah.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika John Bolton bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Turki Ibrahim Kalin pada Selasa 8 Januari 2018, beberapa hari setelah Bolton menambahkan persyaratan terhadap penarikan pasukan AS, mengatakan bahwa Turki harus sepakat melindungi milisi YPG (Yekineyen Parastina Gel), yang dipandang Ankara sebagai kelompok teroris.

Presiden Donald Trump bulan lalu mengatakan akan menarik kembali sekitar 2.000 personel AS di Suriah, dengan menyebut bahwa mereka telah berhasil mencapai misi menaklukkan ISIS. Langkahnya memicu kekhawatiran di antara pejabat Washington dan sekutu di luar negeri serta mendorong pengunduran diri Menteri Pertahanan James Mattis.

YPG telah menjadi sekutu penting AS dalam perjuangan mereka melawan ISIS, dukungan yang telah lama menimbulkan ketegangan antara Washington dan Ankara. Turki menganggap YPG sebagai cabang kelompok terlarang Partai Pekerja Kurdi (Partiya Karkeren Kurdistane/PKK), yang telah melancarkan pemberontakan selama tiga dekade di bagian tenggara Turki yang sebagian besar didominasi asyarakat Kurdi.

“Berikan pangkalan itu atau hancurkan,” menurut berita utama surat kabar Hurriyet, merujuk kepada 22 pangkalan militer AS di Suriah. Surat kabar itu mengutip sumber yang tak disebutkan yang menyatakan bahwa Turki tidak akan menerima kemungkinan penyerahan pangkalan Washington kepada YPG.

Pejabat keamanan senior Turki pekan lalu mengatakan kepada Reuters bahwa Washington perlu mengizinkan Turki untuk menggunakan pangkalan mereka di Suriah.

Di tengah ketegangan yang kian memanas terkait strategi Trump di Suriah, masih belum jelas apakah Bolton akan bertemu dengan Presiden Tayyip Erdogan.

Delegasi yang dipimpin Bolton juga mengikutsertakan Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Jenderal Joseph Dunford dan utusan khusus AS di Suriah, James Jeffrey.

Kalin merupakan juru bicara Erdogan sekaligus wakil kepala dewan keamanan dan kebijakan luar negeri Turki.

Erdogan pada Senin memperingatkan bahwa penarikan pasukan AS harus direncanakan dengan hati-hati dan dengan mitra yang tepat, mengatakan bahwa hanya Turki yang memiliki “kekuatan dan komitmen untuk melaksanakan tugas tersebut.” Dalam sebuah artikel yang tidak memiliki kesimpulan akhir untuk New York Times, Erdogan mengatakan bahwa Turki berkomitmen untuk mengalahkan ISIS dan “kelompok teroris lainnya” di Suriah.

Gedung Putih menegaskan kembali pada Senin bahwa Trump belum mengubah posisinya terkait penarikan pasukan.

Facebook Comments

error: Content is protected !!