For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Dalang Pemboman USS Cole Tewas dalam Serangan Udara Amerika di Yaman

USS Cole yang rusak karena aksi pengeboman

Jamel Ahmed Mohammed Ali Al-Badawi, seorang anggota al-Qaeda yang memimpin serangan terhadap kapal perusak USS Cole ketika sedang merapat di Aden, Yaman, pada tahun 2000 dilaporkan tewas dalam sebuah serangan udara Amerika Jumat 4 Januari 2019.

Tidak terungkap apakah operasi itu dilakukan oleh CIA atau oleh pasukan militer AmerikaS, hanya disebutkan serangan udara itu adalah hasil dari operasi gabungan militer dan intelijen Amerika

Seorang pejabat pemerintah Amerika kepada CNN┬ádan dikutip JejakTapak mengatakan Badawi mengemudi kendaraan sendirian di Kegubernuran Ma’rib Yaman, sebelah timur ibukota Sana’a, saat serangan terjadi.

FBI telah memasukan nama Badawi dalam daftar teroris paling dicari sejak 2006 dan menjanjikan hadiah US$ 5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau kematiannya.

Pada 12 Oktober 2000, sebuah kapal kecil yang penuh dengan bahan peledak menabrak sisi kapal perusak kelas USS Cole Arleigh Burke, menewaskan 17 pelaut dan melukai 39 lainnya, meninggalkan lubang 40 kaki yang menganga di sisi kapal.

Badawi, bersama dengan Abd al-Rahim al-Nashiri, Abu Ali al-Harithi dan Fahd al-Quso, disebut oleh pemerintahan George W. Bush sebagai konspirator yang mengorganisir serangan tersebut. Tawfiq bin Attash juga dituduh mengorganisir serangan itu.

Harithi dan Quso sama-sama terbunuh oleh pasukan Amerika, sementara Nashiri dan Attash ditahan oleh Amerika di kamp penahanan Teluk Guantanamo sejak ditangkap awal tahun 2000-an. Nashiri dan Attash adalah beberapa tahanan berprofil tinggi di penjara itu, yang penyiksaannya berulang kali dipertahankan oleh pemerintahan Bush.

Badawi ditangkap dan ditahan oleh otoritas Yaman hanya dua bulan setelah serangan itu. Namun, dia melarikan diri dari penjara Yaman pada April 2003, ditangkap kembali pada Maret 2004 dan kembali melarikan diri pada Februari 2006.

Dia kemudian menyerah kepada otoritas Yaman pada Oktober 2007, tetapi dibebaskan dengan berbagai syarat, termasuk janji kesetiaan kepada Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. New York Times melaporkan bahwa ia membantu pemerintah Yaman melacak lima pemimpin al-Qaeda yang dicari.

Facebook Comments

error: Content is protected !!