For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

AN-124 Ruslan Tetap Jadi Pilihan NATO

Antonov Airlines, salah satu maskapai terkemuka Ukraina yang mengoperasikan pesawat AN-124-100 Ruslan akan tetap menjadi andalan NATO untuk mengangkut kargo berat hingga 2021.

Antonov Airlines dalam pernyataanya Jumat 4 Januari 2018 mengatakan telah meneken kontrak dengan NATO untuk melanjutkan kerja sama Strategic Airlift Interim Solution (SALIS) untuk mendukung operasi NATO dan Uni Eropa.

“Sesuai dengan kewajiban kontrak, mulai 1 Januari 2019, Perusahaan Negara Antonov menyediakan dua pesawat An-24-100 Ruslan secara teratur untuk melakukan penerbangan transportasi udara untuk para peserta program SALIS,” kata Antonov di akun Facebook-nya.

Negara-negara anggota NATO secara patungan menyewa pesawat khusus yang memberikan aliansi kemampuan untuk mengangkut pasukan, peralatan, dan pasokan di seluruh dunia. Kemampuan pengangkutan udara strategis yang kuat sangat penting untuk memastikan bahwa negara-negara NATO dapat mengerahkan pasukan dan peralatan mereka dengan cepat ke mana pun mereka dibutuhkan.  Sebanyak 10 negara yang bergabung dalam program SALIS ini.

↓ Please, scroll down for English ↓В рамках програми SALIS на чергових три роки укладено новий контракт на виконання…

Posted by Антонов on Thursday, January 3, 2019

Kontrak SALIS menyediakan dua pesawat Antonov AN-124-100 secara regule selain itu dua pesawat harus disediakan dengan pemberitahuan enam hari sebelum dipakai dan dua pesawat lain dengan pemberitahuan sembilan hari.  Negara-negara konsorsium telah berkomitmen untuk menggunakan pesawat terbang minimum 1.600 jam terbang per tahun.

Antonov AN-124-100 dapat mengangkut hingga 120 ton kargo. Negara-negara peserta SALIS telah menggunakan pesawat Antonov di masa lalu untuk mengangkut peralatan ke dan dari Afghanistan, mengirimkan bantuan kepada para korban gempa bumi Oktober 2005 di Pakistan, dan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika yang keluar masuk Darfur.

Facebook Comments

error: Content is protected !!