For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

CIA Ternyata Pernah Mengingatkan Inggris Agar Tak Bangun Concorde

Badan intelijen Amerika, CIA, ternyata pernah mengingatkan Inggris untuk tidak membangun pesawat supersonik sipil Concorde. Sebuah peringatan yang tidak diindahkan hingga pesawat legendaris itu akhirnya terbang dan menjadi fenomenal meski tidak beroperasi lama.

Dokumen-dokumen rahasia yang telah  dirilis di bawah Undang-Undang Rahasia Negara atau Official Secrets Act  mengungkapkan bahwa pada bulan September 1964, Direktur CIA kala itu John McCone telah memperingatkan pemerintah Inggris untuk tidak membangun Concorde karena akan terlalu sulit dan berbahaya.

Keputusan untuk terus maju dengan program pesawat sipil supersonik Concorde diambil pada tahun 1962, dan hanya tujuh tahun kemudian pesawat  canggih tersebut terbang.

Namun, dokumen tersebut mengungkapkan bahwa saat itu-Perdana Menteri Inggris Alec Douglas-Home sempat memperhatikan saran dari Direktur CIA. Sebuah catatan yang ditulis oleh Sekretaris Jenderal Perdana Menteri Burke Tren menyebutkan bahwa McClone  memberi tahu pemerintah Inggris bahwa pihaknya telah “menggigit lebih dari yang dapat dia makan” dalam menjalankan proyek.

Direktur CIA ini  mengatakan Inggris akan menghadapi hambatan berat dan menerima risiko yang tidak semestinya. Akibatnya, Inggris  “disarankan” untuk membuang proyek sebelum terlambat.

Pemerintah Douglas-Home, sebagaimana dilaporkan Sputniknews Agency Jumat 21 Juli 2017, sempat bingung atas intervensi tersebut.  Pemerintah Inggris kemudian menyimpulkan  motif di balik peringatan McCone adalah  karena Amerika tidak ingin Inggris dan Perancis bisa mencapai tujuan mereka.

Pandangan sama juga datang dari Presiden Perancis Charles de Gaulle, yang percaya bahwa peringatan tersebut hanyalah upaya rahasia untuk mencegah aliansi Anglo-Prancis untuk menantang dominasi Amerika Serikat di langit.

Namun, pemerintah Inggris sempat memanggil McCone untuk mengadakan pertemuan guna menentukan akar kecemasannya dan membuat sarafnya  tenang. Pada pertemuan tersebut, McCone mengungkapkan bahwa AS mengalami masalah dengan pesawat supersoniknya sendiri – Boeing 2707.

Secara khusus, mereka merasa sulit untuk menjaga agar suhu mesin tidak naik terlalu tinggi, dan telah menyimpulkan bahwa masukan ekstensif dari militer diperlukan sebelum dinyatakan aman  untuk memproduksi pesawat semacam itu untuk penggunaan sipil dan komersial.

Apapun itu Inggris dan Prancis terus berjalan dengan proyek bersama ini. Pada tahun 1966, McCone tidak lagi berada di CIA, dan telah menjadi anggota Dewan Presiden untuk Pesawat Supersonik. Tahun itu ia kembali mengingatkan  dengan kekhawatiran baru, namun Inggris mendorong proyek tersebut, percaya diri dengan kemampuan insinyur Bristol Airplane Company.

Pada akhirnya, pesawat penumpang supersonik pertama di dunia memang tercipta dan melakukan penerbangan  perdananya pada bulan April 1969, sebulan setelah versi Prancis.

Amerika membatalkan proyek Boeing 2707 pada tahun 1971, kemudian menentang  pesawat supersonik karena suaranya sangat mengganggu. Amerika juga berhasil menggalang  aliansi internasional untuk melawan pengenalan pesawat terbang yang meluas di India dan Malaysia. Akibatnya, Concorde dilarang terbang di beberapa negara.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa ini adalah proteksionisme  pada diri sendiri dari pihak Amerika Serikat karena ia tidak memiliki pesaing untuk Concorde.

Pada bulan April 2003, Air France dan British Airways secara bersamaan mengumumkan bahwa mereka akan menarik Concorde tahun itu, karena merosotnya tingkat perjalanan udara setelah serangan 11 September, dan meningkatnya biaya perawatan.

Meskipun Concorde berteknologi canggiuh saat pertama kali diperkenalkan, pada tahun 2003, kontrol analognya sudah usang – dan hanya ada sedikit tekanan komersial untuk meningkatkan pesawat karena kurangnya pesaing.

Facebook Comments