For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Didekati MiG Suriah, Air Force One Pernah Dibuat Panik Tujuh Menit

Air Force One VC-137C/USAF

Presiden Amerika Donald Trump dan istrinya melakukan kunjungan mendadak ke Irak untuk menemui pasukan Amerika yang ada di sana. Tentu saja Trump menggunakan pesawat ikonik Air Force One yang oleh Trump disebut sebagai perjalanan yang sangat dramatis.

Tidak jelas apa yang dimaksud dengan dramatis, tetapi kedatangan Air Force One ke wilayah konflik seperti Irak memang menjadi risiko tersendiri. Hal ini mengingatkan pada insiden 45 tahun yang lalu di langit di atas Suriah di mana Air Force One selama tujuh menit harus melakukan berbagai manuver tajam karena kedatangan empat jet tempur MiG  yang dinilai mencurigakan.

Selama Pemerintahan Nixon pada tahun 1974, diputuskan bahwa Presiden akan berusaha untuk membuka hubungan yang lebih baik dengan Suriah. Nixon terbang dengan Air Force One yang saat itu adalah Boeing VC-137C untuk melakukan perjalanan ke Suriah dan bertemu dengan Presiden Hafez Al Assad secara langsung.

Nikon di Air Force One VC-137C/USAF

Sejumlah peristiwa geopolitik mempercepat pertemuan diplomatik bersejarah ini. Pada tahun 1967, hubungan Amerika -Suriah menjadi kacau setelah Perang Enam Hari, tetapi Perjanjian antara Israel dan Suriah yang ditandatangani pada Mei 1974 memungkinkan untuk hubungan diplomatik tingkat tinggi antara Washington D.C dan Damaskus bisa dipulihkan.

Ada harapan besar di Pemerintahan Nixon bahwa hubungan yang lebih kuat antara kedua negara yang sering berselisih dapat secara drastis mendinginkan ketegangan di kawasan itu dan menghasilkan perdamaian yang lebih tahan lama antara Israel dan Suriah, serta beberapa tetangga Arab lainnya.

Kokpit Air Force One VC-137C/USAF

Pada tanggal 15 Juni 1974 Air Force One mendekati perbatasan Suriah dalam perjalanan ke Damaskus untuk kunjungan yang sangat dinanti. Ketika VC-137 masuk ke wilayah udara Suriah, empat MiG terdeteksi mendekati Air Force One. Kapten pesawat segera bertindak untuk melindungi pesawat ikonik dan penumpangnya yang bukan orang sembarangan.

Menurut Air And Space Magazine yang dikutip The Drive dan JejakTapak, pilot Air Force One Kolonel Ralph D. Albertazzie, yang khawatir adanya serangan membelok dengan keras. Selama tujuh menit berikutnya, Albertazzie menerbangkan serangkaian manuver menghindar, termasuk menyelam dengan curam.

VC-137C merupakan Air Force One paling lama beroperasi /USAF

Penulis Air Force One: A History of the Presidents and Planes David Gergen yang pada saat itu seorang pembantu Nixon yang berada di Air Force One mengatakan kepada CNN bahwa dirinya bertanya-tanya apakah para penumpang akan bertahan hidup. Dia dan yang lainnya terlempar ke lantai.

Seluruh kejadian itu ternyata sebuah kesalahpahaman besar dan berbahaya. Pejabat Gedung Putih di Damaskus sebenarnya telah diberitahu bahwa Angkatan Udara Suriah telah menyiapkan pengawalan kepada Air Force One sebagai bentuk penghormatan saat menyeberang ke wilayahnya. Hanya saja tidak ada yang memberi tahu kru Air Force One tentang rencana tersebut.

Nikon tiba di Damaskus/National Arsip

Setelah berusaha menghindari MiG selama tujuh menit dan mendorong turunan Boeing 707 tersebut mengerahkan seluruh kemampuannya, pengawas lalu lintas udara akhirnya memberi tahu Air Force One bahwa MiG yang datang tidak bermusuhan dan hanya sebagai formalitas seperti yang dijelaskan pada Gedung Putih. Penerbangan akhirnya mendarat dengan aman di Damaskus di mana Nixon disambut dengan megah.

 

Facebook Comments

error: Content is protected !!