For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Israel Bangun Sayap Super-Siluman Untuk F-35 Mereka

F-35i Israel / USAF

Israel Aerospace Industries (IAI) mengumumkan pihaknya telah memulai produksi desain sayap luar khusus untuk pesawat tempur F-35 milik mereka. Kesepakatan senilai US$ 2,5 miliar ini untuk membangun ratusan pasangan sayap untuk Pasukan Pertahanan Israel selama 10 hingga 15 tahun ke depan.

Israel adalah salah satu dari sedikit negara yang diizinkan untuk memodifikasi pesawat tempur F-35 yang dibangun Lockheed Martin. Israel menyebut pesawat ini sebagai F-35I Adir.

Namun sebenarnya 14 jet tempur F-35 yang saat ini sudah diterima oleh Israel belum bisa disebut Adir karena sebutan ini hanya akan diberikan kepada pesawat yang sudah menggunakan sayap yang dibangun sendiri.

Setelah menerima batch lengkap pertama dari 19, 35 pesawat berikutnya yang dikirim akan menjadi Adir. IDF harus menerima semua pesawat itu pada tahun 2024. Sementara pesawat yang masih bersayap asli juga akan dimodifikasi agar menjadi Adir.

Kesepakatan yang ditandatangani dengan IAI oleh Lockheed Martin akan melihat perusahaan membangun 811 pasang sayap luar F-35 pada tahun 2034. Jerusalem Post sebagaimana dikutip Jejaktapak melaporkan Kamis 27 Desember 2018 pengiriman set sayap luar diharapkan akan dimulai pada awal 2019, dan termasuk dalam fase pertama sekitar 700 kit dengan potensi untuk pesanan lebih lanjut. Menurut pernyataan perusahaan, jalur produksi dijadwalkan membangun total 811 pasang sayap F-35A pada 2034.

Set akan diproduksi menggunakan teknologi tercanggih yang mencakup lapisan material komposit unik yang disebut AFP (Automatic Fiber Placement). Benang setebal 3mm yang memberi sayap kemampuan untuk menghindari deteksi radar.

F-35 sudah dibangun agar hampir tidak terlihat di radar dan sayap ini akan menjadikannya semakin sulit terlacak.

“Pembangunan jalur produksi baru secara signifikan meningkatkan kemampuan teknologi, otomasi dan robotik IAI, dan akan memungkinkan perusahaan untuk menjadikan dirinya sebagai pemain utama dalam aerostruktur militer dan sipil,” kata IAI dalam sebuah pernyataan Rabu.

“Pembukaan jalur produksi merupakan tonggak penting dalam realisasi strategi perusahaan untuk membangun kemampuan canggih di bidang teknologi manufaktur bahan komposit. Berkat langkah ini, IAI akan menjadi menjadi bagian dari ‘klub terbatas’ dengan kemampuan manufaktur ini, ” kata wakil presiden IAI Shlomi Karako sebagaimana dikutip World Israel News melaporkan.

Israel menjadi negara pertama yang menggunakan F-35 dalam pertempuran Mei lalu dan menurut Angkatan Udara Israel pada saat itu pesawat siluman telah dikerahkan pada dua misi.

 

Facebook Comments

error: Content is protected !!