For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

100 Tahun Penderitaan Timur Tengah Sudah Cukup, Saatnya Amerika Keluar

Menurut Jeffrey pemerintahan tidak langsung telah menjadi pendekatan yang lebih khas Amerika Serikat. Dia mencontohkan  ketika Amerika menggulingkan pemerintah terpilih Iran pada tahun 1953 untuk memaksakan otokratis Shah Iran.

Demikian pula, Amerika menggulingkan pemerintah yang dipimpin Taliban dari Afghanistan pada tahun 2001, dan Saddam Hussein di Irak pada tahun 2003, dalam rangka untuk menginstal rezim yang ramah pada Amerika Serikat. Tetapi semua itu lebih  mudah diucapkan daripada dilakukan.

“Dalam semua kasus ini, visi kekaisaran Amerika terbukti menjadi fantasi, dan kekerasan yang dipimpin Amerika SErikat menjadi  sia-sia dalam hal kepentingan AS,” tulisnya lagi.

Bahkan, ada puluhan kasus di mana CIA atau militer Amerika telah menggulingkan pemerintah di Amerika Latin, Asia, Afrika, dan Timur Tengah, dengan tujuan pemerintahan tidak langsung. Dan ada juga, masih menurut Jeffry  kasus berdarah yang tak terhitung jumlahnya, seperti Suriah dan Yaman saat ini, dimana Amerika Serikat dan sekutu lokal mencoba dan gagal untuk menggulingkan pemerintah dan memunculkan  perang berkepanjangan. Apakah menggulingkan pemerintah berhasil atau gagal, konsekuensi jangka panjang yang hampir pasti adalah adalah  kekerasan dan ketidakstabilan.

Menurut Jeffery,  karakteristik paling khas dari kekaisaran Amerika adalah bahwa negara ini  terlambat memiliki kekuasaan kekaisaran.  Ketika kekuatan Eropa, khususnya Inggris dan Prancis, mulai membangun kerajaan di luar negeri jauh di  abad ke-19, Amerika Serikat masih terlibat dalam perang genosida terhadap penduduk asli Amerika dan Perang Saudara.

Bangunan kerajaan Amerika di luar negeri menurut Jeffrey baru mulai  pada tahun 1890, setelah Amerika Serikat akhirnya mulai merambah  dari pantai ke pantai, sehingga “menutup perbatasan” di Amerika Utara. Langkah berikutnya untuk Amerika adalah kerajaan di luar negeri.

Sebagai kerajaan terlambat, Amerika Serikat berulang kali menemukan dirinya mengambil jubah kekaisaran dari mantan kekaisaran di Eropa.  Amerika Serikat kemudian merebut Puerto Rico, Kuba, dan Filipina dari Spanyol pada 1898.

Hal itu dilakukan atas nama mendukung  pejuang kemerdekaan lokal melawan Kekaisaran Spanyol, hanya untuk mengkhianati pejuang kemerdekaan mereka  dengan memasang rezim yang didukung Amerika Serikat (di Cuba) atau pemerintahan langsung (di Puerto Rico dan Filipina).

Dari tahun 1989 sampai akhir Perang Dunia II, Amerika memiliki beberapa prospek untuk memperluas jangkauan kekaisaran, sejak kerajaan Inggris dan Prancis masih berkembang. Ekspansi terbesar mereka terjadi setelah Perang Dunia I, ketika Inggris dan Perancis menggukir kekuasaan tanah Arab dari Kekaisaran Ottoman yang kalah.

Next: Zona Perang Abadi

Facebook Comments