For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Angkatan Laut China di Ambang Sejarah Besar

Kyodo News

China di ambang pintu untuk membawa kapal induk pertama yang dibangun di dalam negeri ke momentum besar. Dalam tiga minggu ke depan kapal raksasa yang diberi nama Shandong itu akan dibawa ke air.

Kapal Induk China pertama, Liaoning, dibangun di luar negeri pada tahun 1985, sehingga Shandong menawarkan sebuah modernisasi yang sangat signifikan. Kapal dibangun di galangan kapal Dalian yang bisa ditempuh sembilan jam dari Beijing.

“Kami tidak akan membiarkan publik menunggu terlalu lama,” kata   Kolonel Wu Qian dari Angkatan Laut China  30 Maret lalu di Beijing. Kapal akan dibawa ke air pada  23 April bertepatan dengan ulang tahun ke-68 Angkatan Laut China.

Sebuah laporan  Diplomat menunjukkan bahwa meski Shandong  32 tahun lebih muda, dia tidak akan terlalu besar dibandingkan Liaoning. Shandong akan memiliki berat  65.000 ton di air sementara Liaoning 60.000.

Ketika China meningkatkan investasi militer, sebagian besar pengeluaran  cenderung dialokasikan ke arah memperluas kehadiran maritim China.  “Angkatan Laut China  benar-benar menjadi penerima banyak manfaat dari  pengeluaran  dalam 15 tahun terakhir,” kata  Richard Bitzinger, peneliti di  S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura.

Dengan masuknya Shandong ke lautan maka China akan menjadi satu dari segelintir negara yang mampu membangun kapal induk sendiri dan menjadi negara pertama di luar Amerika dan Eropa yang bisa melakukan pekerjaan rumit ini pasca Perang Dunia II.

Sejauh ini negara-negara yang bisa membangun kapal induk sendiri adalah Amerika, Inggris, Prancis, Rusia. Pada masa Perang Dunia II, Jepang memang sudah pernah memiliki kapal induk, tetapi setelah itu negara tersebut tidak lagi memilikinya. Sedangkan India juga sedang membangun kapal induk mereka sendiri di dalam negeri.

Facebook Comments