For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Dijual ke Prancis, Rudal Anti-Tank Javelin Amerika Ditemukan di Libya

Rudal FGM-148 Javelin yang ditemukan di Libya

Sejumlah rudal anti-tank FGM-148 Javelin yang dijual Amerika Serikat ke Prancis terbukti justru ditemukan di Libya dan digunakan Tentara Nasional Libya ( LNA), pasukan militer di bawah Jenderal Khalifa Haftar.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat meluncurkan penyelidikan atas laporan tentang temuan rudal tersebut. Tumpukan rudal anti-tank FGM-148 Javelin buatan AS ditemukan di markas Tentara Nasional Libya ( LNA), pasukan militer di bawah Jenderal Khalifa Haftar.

Pasukan pimpinan Haftar yang berupaya merebut kendali ibu kota Tripoli dari pemerintahan nasional (GNA) yang diakui PBB dan didukung AS.

Rudal bernilai masing-masing lebih dari US$170.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar dan ditemukan di kota Gharyan, setelah serangan balasan yang dilancarkan pasukan pemerintah nasional Libya dan merebutnya dari LNA beberapa hari lalu.

Rudal-rudal buatan Rudal-rudal yang diproduksi oleh Raytheon dan Lockheed Martin Amerika itu ditemukan bersama dengan peluru artileri kendali laser buatan China dan ditunjukkan kepada wartawan oleh pasukan pemerintah Tripoli.

Kementerian Pertahanan Perancis mengakui misil yang ditemukan di sebuah markas pasukan Haftar di Libya adalah miliknya. Namun mereka membantah telah memasok rudal-rudal tersebut ke pemberontak yang berarti akan menjadi bentuk pelanggaran terhadap embargo persenjataan PBB.

Dilaporkan AFP, rudal-rudal yang ditemukan di markas pasukan Haftar di selatan Tripoli itu merupakan rudal FGM-148 Javelin buatan Amerika Serikat yang diberikan kepada pasukan Perancis. Namun rudal-rudal tersebut diklaim cacat dan hendak dihancurkan. ” Rudal-rudal tersebut tidak dipindahkan ke pasukan lokal,” kata Kementerian Pertahanan Perancis dalam pernyataan yang dirilis Rabu (10/7/2019).

Menurut sebuah laporan pada Februari lalu, senjata-senjata Amerika sering ditemukan jatuh ke tangan musuh Washington di seluruh dunia.

Bahkan selama pemerintahan Barack Obama, senjata-senjata Amerika yang dimaksudkan untuk pemberontak moderat di Suriah, dengan cepat dijual ke pasar gelap, dicuri oleh kelompok ISIS atau al-Nusra. Senjata-senjata tersebut termasuk di antaranya, kendaraan anti-ranjau, rudal TOW, dan senapan.

Baca juga:

Javelin Mengubah Permainan Infanteri Melawan Tank

Facebook Comments