For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Italia Perpanjang Misi Sistem Rudal SAMP/T di Turki

SAMP/T

Parlemen Italia memutuskan untuk memperpanjang penempatan sistem pertahanan rudal SAMP/T yang dikerahkan di provinsi Kahramanmaraş, Turki tenggara hingga 31 Desember 2019.

Keputusan misi internasional Italia diadopsi oleh majelis dan komisi luar negeri gabungan Senat pada 4 Juli 2019 dan setelah disetujui oleh Senat pada 9 Juli maka akan mulai berlaku dengan tanda tangan dari Presiden Sergio Mattarrella.

Sebagaimana dilaporkan Hurriyet 5 Juli 2019, Italia telah menempatkan sistem pertahanan udara di Kahramanmaraş, setelah permintaan Turki pada NATO pada 6 Juni 2016.

Pekan lalu, Spanyol juga memperpanjang penyebaran sistem rudalnya di provinsi Adana selatan Turki hingga akhir tahun ini. Proses perpanjangan akan secara resmi diumumkan setelah persetujuan dari NATO.

Rudal pertahanan udara Patriot Spanyol telah dikerahkan di Adana sejak 2015 setelah permintaan Turki untuk bantuan NATO.

SAMP/T merupakan sistem buatan Prancis ini  menjadi salah satu payung udara terbaik di dunia. Bahkan dalam beberapa hal melebihi lawan-lawannya. SAMP/T mampu melibas target rudal dan jet tempur. Ini berbeda dengan Patriot yang lebih ke spesialis dalam menembak rudal. Sedangkan S-400 lebih fokus melawan serangan jet tempur, sedangkan untuk menahan rudal, S-300V4 bahkan masih lebih baik.

Sistem rudal pertahanan udara SAMP / T dikembangkan oleh EUROSAM, sebuah usaha patungan oleh MBDA Prancis dan Italia, dan Thales.  SAMP / T telah dioperasionalkan oleh Angkatan Darat dan Angkatan Udara Prancis, serta Angkatan Darat Italia pada tahun 2011.

Meskipun Angkatan Udara Italia menggunakan sistem pertahanan udara MEADS,  SAMP / T menggantikan layanan semua sistem pertahanan udara jarak menengah yang ada.

 

Peran utama dari SAMP / T adalah untuk melindungi pasukan yang dikerahkan dan aset  penting. Angkatan Udara Prancis menggunakan sistem ini untuk melindungi pangkalan udara.

Sistem SAMP / T dapat melibatkan pesawat lawan, serta berbagai rudal, termasuk rudal jelajah dan dan rudal anti-radiasi.  SAMP / T juga telah menunjukkan kemampuannya terhadap rudal balistik taktis. Sistem ini dapat menyerang pesawat besar dengan jangkauan hingga 120 km.  Jarak serang terhadap rudal balistik dan anti-radiasi adalah 15 km.

Aster 30 merupakan rudal dua tahap dengan booster mengarahkan rudal ke arah target.  Booster memisahkan beberapa detik setelah peluncuran. Rudal dapat mencapai kecepatan 4,5 Mach hanya dalam waktu 2,5 detik.

Sebagaimana ditulis Military Today, rudal ini juga sangat bermanuver. Hingga pertengahan jalannya rudal dipandu menggunakan data target yang diperbarui dan dikirim oleh radar multi-fungsi. Selama fase homing, rudal tersebut dipandu oleh pencari yang aktif secara elektromagnetik.

Pencari ini awalnya dikembangkan untuk mengalahkan rudal jelajah yang tersembunyi. Tingkat akruasi Aster 30 adalah 70%.  Menghantam langsung target tidak terlalu penting karena rudal memiliki hulu ledak kecil yang eksplosif.

Aster 30 rudal diluncurkan secara vertikal, sehingga serangan bisa dilakukan 360 °. Setiap kendaraan peluncur membawa delapan rudal Aster 30. Sistem ini memiliki tingkat tembakan yang tinggi. Dua peluncur bisa menembak dua rudal secara bersamaan dalam 0,5 detik.

Facebook Comments