For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Meski Fokus ke Teluk, Amerika Tak Kendor di Laut China Selatan

USS Preble

Meski fokus pada situasi di kawasan Teluk Persia terkait ketegangan dengan Iran, Amerika tidak mengendorkan misinya di Laut China Selatan.

Angkatan Laut Amerika kembali mengirimkan salah satu kapal perusak USS Preble berlayar di dekat pulau Scarborough Shoal yang diklaim China di Laut China Selatan pada Minggu 19 Mei 2019.

“USS Preble berlayar dalam jarak 12 mil dari Scarborough Reef guna menantang klaim maritim yang berlebihan dan mempertahankan akses ke jalur perairan sebagaimana yang diatur oleh hukum internasional,” kata Clay Doss, Juru bicara Armada Ketujuh.

Aksi USS Preble merupakan operasi militer Amerika kedua di Laut China Selatan sejak bulan lalu. Pada Rabu, kepala Angkatan Laut Amerika mengatakan kebebasan navigasi di Laut China Selatan bersengketa menarik lebih banyak perhatian.

Operasi tersebut merupakan upaya terbaru untuk melawan yang menurut Washington sebagai upaya Beijing untuk membatasi kebebasan navigasi di perairan strategis, tempat China, Jepang, dan beberapa angkatan laut Asia Tenggara beroperasi.

Langkah tersebut jelas membuat Beijing geram saat hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu semakin memanas.

Perairan ramai tersebut menjadi salah satu titik nyala dalam kemitraan Amerika-China, selain perang dagang, sanksi Amerika dan Taiwan.

China bersikap lebih agresif dalam perang dagangnya dengan Amerika Serikat pada Jumat. Pembicaraan alot yang berakhir pekan lalu sepertinya membuat Beijing mengungkapkan tarif balasan baru untuk AS.

Baca juga:

US Navy: Ada Tembok Rudal di Laut China Selatan, Kapal Kami Harus Kembali ke Misi Awal

Facebook Comments