For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Punt Gun, Senapan Sebesar Ini Digunakan untuk Berburu Bebek

Amerika Utara pada abad ke-19 menyaksikan banyak penemuan menarik. Di antara mereka adalah telegraf oleh Samuel Morse pada tahun 1843, kawat berduri oleh Lucien Smith pada tahun 1867, atau telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876.

Tetapi jika semua penemuan memiliki dampak luar biasa pada masyarakat, punt gun adalah penemuan paling aneh pada masa itu.

Punt gun begitu besar. Seperti sesuatu yang keluar dari film fantasi. Tapi itu adalah produk dari waktu dan tempatnya. Percaya atau tidak senjata raksasa ini dibuat untuk berburu bebek.

Pada hari-hari awal abad ke-19, Amerika Utara mengalami peningkatan permintaan besar-besaran produk terkait bebek. Dengan peningkatan populasi yang konstan, kebutuhan akan makanan semakin besar.

Perburuan bebek selalu menjadi praktik umum, dan ini menjadikan merupakan jawaban yang mudah untuk munculnya kekurangan makanan.

Chief United States Game Warden George A. Lawyer, dengan punt gun 10’9 ‘dengan berat 250 pon, yang digunakan untuk berburu bebek tahun  1920.

Tren mode juga ikut berpengaruh. Perdagangan bulu selalu menjadi bagian penting dari ekonomi wilayah dunia masa itu, terutama bulu berang-berang. Tetapi pada pertengahan 1800-an bulu telah menjadi aksesoris trendi di topi wanita. Akibatnya, lebih banyak pemburu mencari cara yang berbeda untuk mendapatkan lebih banyak unggas air dan menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Saat itulah senapan punt muncul. Sebagaimana ditulis The Vintage News, senjata raksasa ini dibuat khusus untuk menembak jatuh sebanyak mungkin burung sekaligus, meningkatkan produktivitas dan membuat pekerjaan pemburu jauh lebih mudah.

Senjata ini sangat mengesankan. Punt gun biasanya lebih dari delapan kaki, dengan diameter lubang lebih dari dua inci, dan mereka biasanya dibuat khusus. Senjata ini bisa menembakkan lebih dari satu pon amunisi, yang pada gilirannya dapat melumpuhkan lebih dari 50 burung dengan hanya satu tembakan.

Berburu bebek dengan pistol punt

Nama Punt berasal dari cara mereka digunakan. Karena betapa masifnya pistol dan dorongan mundurnya, para pemburu hanya bisa menggunakannya ketika dipasang langsung di kapal persegi kecil yang dikenal sebagai punt. Saat sekawanan bebek berenang, pemburu akan menarik pelatuk dan setelah itu mengambil bangkai-bangkai binatang itu yang berserakan

Pistol Punt biasanya dipasang pada kapal. Para pemburu bekerja dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari delapan hingga sepuluh perahu, berputar-putar di sekitar seluruh kawanan unggas. Mereka akan menembak sekaligus, yang dapat menghasilkan sekitar 500 burung dalam waktu kurang dari satu menit.

Pada paruh kedua abad ke-19, Amerika Serikat semakin peduli dengan konservasi satwa liar dan pelestarian alam. Seperti disebutkan sebelumnya, ekonomi negara sangat didukung oleh perdagangan bulu dan perburuan pasar.

Misalnya, menurut EconomicHistory.com, permintaan untuk kulit berang-berang, barang yang paling didambakan di pasar bulu, berubah dari 69.500 pada tahun 1700 menjadi 300.000 pada 1730 di Inggris saja.

Di bawah dorongan orang-orang seperti John Muir, yang dikenal sebagai “Bapak Sistem Taman Nasional,” Amerika Serikat memulai upayanya untuk melestarikan margasatwa. Pada tahun 1872, Presiden Ulysses S. Grant menandatangani undang-undang yang menjadikan Yellowstone taman nasional pertama Amerika Serikat. Para pemimpin Amerika lainnya, terutama presiden Theodore Roosevelt, adalah konservasionis yang bersemangat.

Karena skala yang mengesankan di mana para pemburu bisa mendapatkan unggas air selama abad ke-19, populasi bebek di Amerika Serikat turun secara dramatis, mengakibatkan kekhawatiran tentang efek perburuan pasar terhadap ekosistem.

Pemerintah negara bagian di seluruh Amerika mulai lebih banyak mengatur praktik perburuan. Pada awal 1860-an, banyak negara sudah melarang penggunaan punt gun.

Pada tahun 1900, Undang-Undang Lacey disahkan yang melarang perdagangan satwa liar melintasi batas negara. Undang-undang federal lainnya mengikuti, terutama Migratory Bird Treaty Act 1918. Undang-undang ini secara efektif mengakhiri praktik perburuan pasar, dan pada saat yang sama mengakhiri penggunaan punt gun.

Baca juga:

Senapan Mesin M3, Mimpi Buruk Si Tukang Ledeng

Facebook Comments