For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Angkatan Laut Jepang Kini Diperkuat 10 Kapal Selam Kelas Soryu

Angkatan Laut Bela Diri Jepang secara resmi memasukkan kapal selam Kelas Soryu kesepuluh ke armada mereka.

Maritime Executive melaporkan Senin 18 Maret 2019 kapal selam yang diberi nama JS Shoryu yang dibangun oleh Kawasaki Heavy Industries ini sekaligus menjadi kapal selam ke-28 yang dibuat perusahaan tersebut sejak Perang Dunia II.

Soryu berarti naga biru dalam bahasa Jepang dan namanya sama dengan kapal induk Perang Dunia II yang tenggelam selama Pertempuran Midway. Sementara Shoryu berarti naga raksasa.

Kapal selam diesel-listrik 84 meter dengan berat 2.950 ton membawa 65 pelaut dan memiliki kecepatan maksimum 20 knot.

Kapal selam kelas Soryu adalah kapal selam terbesar di Jepang dan juga yang pertama di Jepang yang dilengkapi dengan air-independent propulsion sehingga mereka dapat tetap tenggelam sepenuhnya untuk jangka waktu yang lebih lama.

Kapal selam ke-11, JS Oryu (naga phoenix), diluncurkan pada Oktober 2018 oleh Mitsubishi Heavy Industries. Dia adalah yang pertama dalam seri ini yang memiliki baterai lithium-ion yang memiliki hampir dua kali lipat kapasitas penyimpanan listrik baterai asam timbal tradisional.

Kelas Soryu, dibangun berdasarkan kelas Oyashio, dan dua kelas ini membentuk keseluruhan armada.   Setiap kapal memiliki panjang 275 kaki dan lebar hampir 28 kaki. Mereka memiliki kemampuan operasi  6.100 mil laut dan kabarnya bisa menyelam hingga kedalaman 2.132 kaki.

Kelas Soryu memiliki ekor berbentuk X yang  dilaporkan untuk meningkatkan manuver saat mendekati dasar laut.  Hal ini  memaksimalkan ruang manuver kapal selam di perairan dangkal dan pesisir, terutama selat di  sekitar Jepang yang menjadi rute invasi kunci.

Setiap kapal selam memiliki tiang optronic dan radar pencari udara  ZPS-6F radar untuk mendeteksi  kapal anti kapal selam dan kapal patroli maritime musuh .  Sebagai kapal selam menggunakan sensor utama  sonar, yakni sonar Hughes / Oki ZQQ-7  yang menggabungkan satu sonar array di depan dan empat array sonar sisi. Subs juga memiliki array sonar ditarik untuk deteksi akustik dari belakang.

Kelas Soryu memiliki enam tabung 533 milimeter torpedo yang dipasang di haluan. Persenjataan terdiri dari torpedo homing kelas berat Type 89 dengan jangkauan 27  mil laut dan kedalaman operasi maksimum 2.952 kaki.

Tabung diameter torpedo standar yang sama dengan buatan  Amerika, berarti Soryu juga dipersenjatai dengan rudal harpoon UGM-84. Menurut Combat Ships of the World, ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa kapal selam membawa  30 senjata bukan 20 dibanding kelas sebelumnya. Mereka juga dapat menyebarkan ranjau.

Soryu memiliki sistem pertahanan aktif yang luas, dalam bentuk suite penanggulangan elektronik ZLR-3-6  dan penanggulangan peluncur  di bawah air untuk meluncurkan perangkat akustik. Dalam pertahanan pasif, seluruh kapal selam ditutupi acoustic tiling untuk mengurangi deteksi musuh dan suara kapal selam.

Propulsion yang digunakan adalah yang  paling terkenal. Masing-masing dapat membuat kapal selam bergerak 13 knot saat di permukaan dan 29 knot saat terendam, didukung oleh 12 mesin diesel Kawasaki 12V 25S dan sepasang motor listrik Toshiba.

Kapal menggunakan air independent propulsion (AIP) yang terdiri empat Stirling V4-275R Mk  berlisensi dari Swedia yang dapat membuat kapal selam berada di air selama dua minggu.

Facebook Comments