For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Pesan untuk Para Musuh, Iran Siap Tunjukkan 112 Pencapaian Penting Sektor Nuklir

Fasilitas Nuklir Iran

Iran akan mengungkap 112 pencapaian sangat penting dalam teknologi nuklir bulan depan. Pencapaian tersebut akan mencakup terobosan baru dalam pembangkit listrik, siklus bahan bakar, laser, eksplorasi dan teknologi lainnya.

“Penyingkapan pencapaian ini akan menyampaikan pesan ini kepada Amerika dan musuh-musuh Iran bahwa negara Iran telah menentang sanksi ekonomi dan telah mengubah ancaman menjadi peluang,” kata ¬†juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi ¬†Sabtu 16 Maret 2019.

Kamalvandi berjanji bahwa teknologi akan dipresentasikan pada 9 April pada Hari Teknologi Nuklir Nasional, sebuah acara tahunan yang merayakan pencapaian negara Timur Tengah tersebut di bidang teknologi nuklir. Upacara tahun lalu menyaksikan pembukaan 83 teknologi buatan sendiri.

Kamalvandi menuduh Amerika Serikat melancarkan “perang ekonomi” melawan Iran, dengan mengatakan bahwa Washington menekan “semua sekutu dan non-sekutunya untuk menghentikan hubungan ekonomi mereka dengan Iran.”

“Namun, negara Iran akan segera melewati fase ini juga,” kata Kamalvandi sebagaimana dikutip Sputnik. Dia mengatakan bahwa Iran akan menggunakan kemampuannya untuk melawan dan menetralisir tekanan Amerika.

Pernyataan pejabat itu menggemakan sentimen yang diungkapkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei pekan lalu yang menyerukan kepada Iran untuk terlibat dalam “mobilisasi maksimum” untuk menahan “tekanan para musuh” dan mengalahkan sanksi Amerika.

Di bawah perjanjian JCPOA 2015, Iran berkewajiban untuk tidak terlibat dalam pengembangan teknologi nuklir untuk penggunaan militer, dengan penandatangan kesepakatan lainnya, termasuk Amerika Serikat, berjanji untuk memberikan bantuan pengurangan sanksi sebagai imbalan.

Namun Iran diizinkan untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai seperti untuk pembangkit listrik.

Presiden Trump secara sepihak menarik Amerika dari JCPOA pada Mei 2018, mendorong para penandatangan perjanjian lainnya, termasuk Rusia, China dan para negara-negara penandatangan dari Eropa mencoba menyelamatkannya.

Upaya Amerika difokuskan pada langkah-langkah untuk memberikan sanksi ketat, serta ancaman AS untuk menurunkan ekspor minyak Iran “menjadi nol.”

Facebook Comments