For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Diplomat Malaysia Yang Menyelidiki Kecelakaan MH370 Dibunuh di Madagaskar

Puing yang diduga dari MH370

Seorang pemburu bangkai kapal mengatakan bahwa temannya dibunuh tidak lama setelah menyerahkan potongan puing Boeing ke pihak berwenang Malaysia.

Blaine Gibson, seorang pengacara dan seorang penyelidik amatir yang telah mencari reruntuhan MH370 di Samudra Hindia, mengatakan bahwa dua potong puing pesawat yang hilang, yang kemudian dikonfirmasi berasal dari penerbangan MH370 yang hilang, diserahkan kepada pihak berwenang Madagaskar pada 16 Agustus 2017.

“Untuk melindungi mereka yang terlibat, kami memutuskan untuk tidak membuat laporan ini dipublikasikan sampai puing-puing itu dikirim dengan aman ke Malaysia,” tulis Gibson di blog-nya dan dikutip Sputnik Rabu 6 Maret 2019.

“Namun peristiwa tragis terjadi. Di bawah perjanjian antara kedua negara, puing-puing dikumpulkan oleh ¬†Zahid Raza, Konsul Kehormatan Malaysia di Madagaskar kemudian dikirim oleh kurir pribadi ke Malaysia,” katanya. Dia menambahkan bahwa Zahid Raza kemudian ditembak mati di ibukota Madagaskar seminggu kemudian.

“Puing-puing masih aman di tangan otoritas Madagaskar. Namun pengaturan baru harus dibuat untuk pengumpulan dan pengiriman puing-puing.”

Pembunuhan Raza pada waktu itu telah menimbulkan kecurigaan apakah itu ada hubungannya dengan pemindahan bagian-bagian MH370 itu.

Namun, situs berita Prancis Zinfos 974 mengatakan bahwa kematian Raza dikaitkan dengan dugaan latar belakang kriminalnya daripada dengan penyelidikan MH370. Dia dilaporkan terlibat dalam penculikan beberapa anggota komunitas India-Pakistan Madagaskar pada 2009, dan muncul spekulasi bahwa ia dibunuh sebagai pembalasan.

Lebih dari dua lusin puing telah ditemukan di seluruh dunia sejak hilangnya MH370 pada Maret 2014, tetapi hanya tiga bagian sayap, yang ditemukan di Madagaskar yang telah dipastikan sebagai potongan-potongan Boeing tersebut.

Pihak berwenang Malaysia dan perusahaan swasta yang berbasis di Amerika telah melakukan pencarian di bagian tenggara Samudra Hindia tempat pesawat itu jatuh menurut analisis data satelit. Penyelidikan ini akhirnya tidak menemukan jejak pesawat yang hilang, memicu banyak teori konspirasi tentang bagaimana dan mengapa pesawat menghilang.

Malaysia Airlines Penerbangan MH370, dengan 239 penumpang dan awak hilang pada 8 Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, saat terbang dari Malaysia menuju ruang udara Vietnam.

Setelah empat tahun upaya yang gagal untuk menemukan pesawat itu, pemerintah Malaysia menghentikan pencariannya pada bulan Mei 2018 dan  mengakui bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi pada pesawat itu.

Facebook Comments