For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mampu Tembakkan Rudal Sambil Menyelam, Iran Luncurkan Kapal Selam Baru

Iran telah meluncurkan kapal selam rudal baru yang diproduksi di dalam negeri di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Arab Saudi di teluk Persia.

Hassan Rouhani, presiden Iran, meresmikan Fateh di kota pelabuhan selatan Bandar Lengeh pada Minggu 17 Februari 2019 lalu.

“Dari saat ini, Kapal Selam Fateh bergabung dengan pasukan angkatan laut Iran dengan perintah saya,” katanya pada upacara yang disiarkan langsung di Press TV.

“Kekuatan pertahanan kami semata-mata defensif. Tekanan dan sanksi musuh kami terhadap Iran telah mendorong kemajuan kami,” katanya.

Press TV melaporkan kapal berbobot 600 ton dan dipersenjatai dengan torpedo, ranjau laut dan rudal jelajah yang dapat diluncurkan dari posisi terendam.

Iran telah mengembangkan industri senjata domestik yang besar dalam menghadapi tekanan internasional dan embargo yang melarangnya mengimpor banyak senjata. Fateh adalah kapal selam rudal jelajah yang diproduksi di dalam negeri.

Angkatan Laut Iran telah memiliki setidaknya tiga kapal selam serangan kilo buatan Rusia dan kapal selam cebol yang diproduksi di dalam negeri.

Tahun lalu Iran meluncurkan destroyer yang dibangun di dalam negeri yang menurut media pemerintah memiliki sifat siluman.

Ketegangan Amerika dan Iran meningkat setelah Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi pada Teheran pada Mei 2018. Trump menyebut kesepakatan itu tidak cukup membatasi pengembangan rudal balistik Iran.

Trump juga telah menyerang Iran karena dukungannya terhadap para-militer di Suriah, Yaman, Lebanon dan Irak.

Para penandatangan Eropa dari perjanjian nuklir Iran telah menolak tekanan Amerika untuk membatalkan perjanjian itu, tetapi telah meningkatkan kritik terhadap program rudal balistik Iran.

Iran mengatakan memiliki rudal dengan jangkauan hingga 2.000 km  yang menempatkan pangkalan militer Israel dan Amerika di wilayah tersebut dalam jangkauan.

Facebook Comments