For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia: Kami Tahu Amerika akan Menyerang Venezuela

Maria Zakharova

Rusia mengatakan Amerika telah membuat keputusan untuk melakukan intervensi secara besar-besaran ke Venezuela.

“Masih ada tanda-tanda yang datang dari Washington tentang kemungkinan menggunakan kekuatan untuk menggulingkan kekuasaan yang sah, termasuk melalui invasi militer langsung. Ini sebenarnya sedang dibicarakan secara terbuka di Gedung Putih. Saya ingin mengingat bahwa pernyataan dari mulut pejabat Amerika seperti ini adalah pelanggaran langsung terhadap Pasal 2 Par. 4 Piagam PBB yang  memerintahkan semua anggota PBB untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional, ” kata  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, selama jumpa pers mingguannya  di Moskow Kamis 7 Februari 2019.

Menurut Zakharova, keputusan tentang penggunaan kekuatan telah dibuat oleh Washington, “segala sesuatu yang lain tidak lebih dari operasi penutup”.

Zakharova juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menghasut militer Venezuela untuk melakukan kejahatan, menjanjikan mereka amnesti karena mengkhianati otoritas negara.

“Washington telah beralih ke ancaman sanksi langsung terhadap militer Venezuela, yang tetap loyal kepada pemerintah yang sah. Itu babak baru dari pendekatan ‘wortel dan tongkat’. Di satu sisi, mereka mengancam kemungkinan hukuman. Di sisi lain, mereka menjanjikan hadiah,”tambah Zakharova.

Pada 30 Januari 20189, analis militer Dylan Malyasov telah melaporkan di halaman Facebook-nya bahwa militer Amerika mulai bersiap untuk serangan udara di Venezuela.

“Venezuela memiliki waktu 90 hari. Sebuah perintah dikeluarkan tentang persiapan serangan udara terhadap pusat-pusat militer dan politik utama negara itu, pangkalan-pangkalan pertahanan udara dan pasukan angkatan laut. Paralel dengan penempatan pasukan darat di Kolombia. Jika Maduro tidak melakukan dialog, maka bulan Mei akan luar biasa panas,” kata Dylan Malyasov.

Seruan untuk intervensi militer Amerika . di Venezuela sedang tumbuh, yang terbaru dari Senator Marco Rubio. Bahkan Sekretaris Jenderal Luis Almagro dari Organisasi Negara-negara Amerika mengatakan dia tidak akan menolak opsi militer.

Presiden AS Donald Trump juga mengatakan intervensi militer di Venezuela adalah “sebuah pilihan.”

Dalam sebuah wawancara dengan CBS pada hari Minggu, Trump mengatakan intervensi militer Amerika sedang dipertimbangkan. “Tentu saja, itu adalah sesuatu yang ada di – itu pilihan,” kata Trump.

Dia menambahkan bahwa Maduro meminta pertemuan beberapa bulan yang lalu. “Saya menolaknya karena kami sangat jauh dalam prosesnya,” katanya dalam wawancara dengan CBS dalam program “Face the Nation”.

Facebook Comments

error: Content is protected !!