For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

F7U Cutlass, Pesawat Terburuk Yang Pernah Dimiliki Angkatan Laut Amerika

F7U

Tidak semua pesawat yang dibeli Pentagon benar-benar memuaskan para pilot tempurnya, bahkan sangat dibenci. Salah satunya dialami F7U Cutlass.

Pesawat ini merupakan satu jet terburuk yang pernah dibeli oleh Angkatan Laut Amerika. Pesawat berumur sekitar satu dekade sejak terbang pertama hingga kemudian dipensiun.

Pesawat tersebut adalah Vought F7U Cutlass. Agar adil, bagaimanapun pesawat ini lebih baik daripada dua penawaran lain yang diberikan ke  Angkatan Laut.  Dua pesawat lain adalah F5U “Flying Flapjack”, pesawat  baling-baling yang tidak pernah melewati tahap prototipe. Satu lagi adalah F6U Pirates yang kurang bertenaga dan segera pensiun.

Tapi pilot Angkatan Laut Amerika benar-benar membenci Cutlass. Menurut  Air and Space Magazine, Cutlass memiliki reputasi buruk sehingga seorang pilot memilih berhenti dari tim aerobatik Blue Angels saat diberi tahu bahwa mereka akan menggunakan pesawat ini.

Pesawat berbasis kapal induk disebut kurang bertenaga  dan sangat buruk. Angkatan Laut menginginkan sebuah mesin menyediakan daya 10.000 pon, tetapi  mesin Cutlass tidak pernah mendekati angka itu. Nose gear juga kerap runtuh serta sistem hidrolik sering bocor.

 

Menurut  National Naval Aviation Museum lebih dari 25 persen dari seluruh Cutlass yang pernah dibangun hilang dalam kecelakaan.

Tetapi  Cutlass mencapai satu tonggak penting. Dia adalah  pesawat tempur angkatan laut pertama yang menggunakan rudal udara ke udara Sparrow.  Senjata ini  dikombinasikan dengan empat meriam 20mm, yang membuat pesawat secara senjata cukup baik. Cutlass juga dimodifikasi untuk serangan darat, namun perintah tersebut dibatalkan.

Sparrow, persenjataan baru untuk Cutlass, melanjutkan kariernya yang panjang dengan militer Amerika  yang berfungsi sebagai rudal jarak jauh hingga tahun 1990an, ketika AIM-120 AMRAAM menggantikannya.

Facebook Comments

error: Content is protected !!