For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Inggris Mungkin Tak Bisa Lagi Beli F-35

F-35 Inggris

Inggris mungkin tidak dapat memperluas armada jet tempur F-35 kecuali lubang hitam dalam anggaran Kementerian Pertahanan bisa ditutup.

Sebuah laporan Komite Public Accounts telah mengungkapkan bagaimana Kementerian Pertahanan Inggris menghadapi kesenjangan dana 7 miliar poundsterling, yang bisa berlipat ganda selama 10 tahun ke depan.

Di bawah pengawasan adalah program jet tempur F-35, yang seharusnya mendatangkan sekitar 138 pesawat F-35 Lightning ( di Inggris tidak disebut Lightening II) selama beberapa dekade mendatang.

Inggris telah menandatangani kontrak pertama untuk 48 jet tempur yang diperkirakan menelan biaya 9,1 miliar poundsterling atau sekitar Rp166 triliun pada tahun 2025, termasuk dukungan seperti pelatihan dan pemeliharaan.

Tetapi komite mengatakan bahwa masih ada ketidakpastian pada rencana untuk F-35 di luar pengadaan 48 jet pertama, dengan kejelasan tentang dukungan masa depan dan biaya pemeliharaan tergantung pada hasil uji coba saat ini.

Laporan itu mengatakan bahwa tanpa penyelesaian keuangan secara fundamental, Kementerian Pertahanan harus ‘membatalkan, menunda atau menghapus’ proyek.  Yang paling besar kemungkinannya adalah melakukan yang terakhir, mengingat bahwa menunda program sering meningkatkan biaya dan kompleksitas.

Loading...

Meskipun Departemen Pertahanan menegaskan bahwa mereka harus menghentikan beberapa proyek, mereka tidak mau memberikan contoh spesifik.

Sebagaimana dilaporkan Telegraph Jumat 1 Februari 2019, saat ini, Kementerian Pertahanan memperkirakan 193,3 miliar poundsterling atau sekitar Rp3.523 triliun untuk pembelian peralatan dan biaya dukungan antara 1 April 2018 dan 31 Maret 2028. Jumlah ini melebihi anggaran awal 186,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp3.400 triliun.

Kementerian Pertahanan memperkirakan bahwa, jika semua risiko yang teridentifikasi menjadi kenyataan, kesenjangan biaya akan menjadi 14,8 miliar poundsterling.

“Dalam hal perencanaan keuangan yang buruk, Kementerian Pertahanan selalu melakukan berulang0-ulang. Kemajuan Departemen dalam mengatasi masalah yang disebutkan dalam laporan terakhir kami tentang Rencana Peralatan Pertahanan sangat menyedihkan,” kata Meg Hillier, ketua Komite Public Accounts.

“Kementerian Pertahanan tidak mampu membayar semua yang dibutuhkannya dan tidak dapat diterima bagi para pejabat untuk terus menunda keputusan yang berdampak pada kesenjangan keterjangkauan saat ini dan risiko jangka panjang.”

“Kami mendesak Kementerian Pertahanan untuk menindaklanjuti rekomendasi kami sekarang, bekerja dengan Departemen Keuangan untuk memastikan pendanaan dan model perencanaannya sesuai dengan tujuannya, dan membawa kejelasan yang sangat dibutuhkan untuk prioritas dan biaya.”

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan mereka yakin akan menjalankan rencana  sesuai anggaran tahun ini seperti yang dilakukan tahun lalu. “Kami berusaha untuk memastikan militer kami memiliki kapal, pesawat, dan kendaraan terbaik,” katanya.

“Pada saat yang sama, kami mengatasi tantangan keuangan yang ditimbulkan oleh program yang ambisius dan kompleks, setelah mendapatkan dorongan finansial 1,8 miliar poundsterling untuk pertahanan dan mengurangi biaya perkiraan sebesar 9,5 miliar poundsterling melalui penghematan efisiensi.”

Kementerian Pertahanan memastikan program F-35 tetap sesuai jalur dan sesuai anggaran. “Kami terus menurunkan biaya dengan setiap pembelian dan tetap berkomitmen untuk membeli 138 pesawat F-35 Lightning. ”

Loading...
Facebook Comments