For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Drone Kargo AT200 China Siap Evaluasi Operasional

AT200 / Chinese Academy of Sciences

Star UAV System, pengembang kendaraan udara tak berawak (UAV) China yang berbasis di Chengdu, telah memulai produksi dan pengiriman awal UAV atau drone kargo AT200 menyusul serangkaian uji kelaikan udara yang berhasil pada tahun 2018.

Berdasarkan kontrak yang diberikan oleh   SF Express pada Oktober 2017, Star UAV akan memasok tiga AT200 untuk evaluasi lebih lanjut dan pengujian operasional. Perusahaan akan bermitra dengan SF Express – kurir domestik dan internasional terbesar kedua di China yang berbasis di provinsi Guangdong – untuk memvalidasi kontrol lalu lintas udara, penerbangan otonom dan teknologi navigasi, serta prosedur keselamatan yang diperlukan untuk memungkinkan operasi logistik udara tak berawak skala besar di dalam negara.

Sebagaimana dilaporkan Jane Kamis 31 Januari 2019, perusahaan juga telah menandatangani kontrak untuk mengirimkan hingga 50 kendaraan udara ke pelanggan yang dirahasiakan pada tahun 2022.

Seorang juru bicara Star UAV mengatakan kepada Jane bahwa prototipe AT200 berhasil melakukan penerbangan antara Bandara Pucheng Neifu dan Bandara Danfeng di provinsi Shaanxi pada 26 Oktober 2018. Pesawat terbang di ketinggian hingga 16.732 kaki (5.100 m) di atas Pegunungan Qinling.

Pesawat melakukan lepas landas dan mendarat secara otomatis termasuk berjalan taksi otomatis ke tempat berhentinya, sebelum diperiksa oleh insinyur dari Star UAV dan co-developer Chinese Academy of Sciences (CAS).

Pesawat kemudian kembali ke Bandara Pucheng Neifu melalui rute alternatif, sekali lagi secara otomatis melakukan manuver peluncuran dan pendaratan. Menurut juru bicara itu, uji coba penerbangan berlangsung sekitar 194 menit.

“Terbang dengan kode penerbangan U3267 di sepanjang rute yang disetujui oleh Administrasi Penerbangan Sipil China, prototipe berhasil menyelesaikan misi transportasi kargo otonom, di wilayah pegunungan untuk pertama kalinya,” kata juru bicara itu.

“Sistem kontrol dan navigasi UAV kami berfungsi seperti yang diharapkan,” katanya. “Selama kedua fase penerbangan, kami [memiliki] komunikasi yang baik dengan menara dan kontrol lalu lintas udara.”

Facebook Comments