For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Peluncuran Satelit Iran Gagal

Peluncuran satelit yang dilakukan Iran Selasa 15 Januari 2019 berakhir dengan kegagalan. Satelit gagal mencapai orbit.

Mohammad Jahromi, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran mengatakan bahwa satelit, bernama Payam, gagal pada tahap ketiga peluncuran karena tidak mencapai kecepatan yang memadai

‚ÄúSatelit tidak mencapai kecepatan yang cukup pada tahap ketiga dan tidak bisa dimasukkan ke dalam orbit,” kata Jahromi kepada kantor berita resmi IRNA dan dikutip CNN setelah peluncuran yang dilakukan di Khomeini Spaceport.

Peluncuran satelit ini sendiri dilakukan di tengah ancaman Amerika Serikat.Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo sebelumnya memperingatkan Iran awal untuk membatalkan rencana peluncuran satelitnya dan mengancam akan menambah sanksi terhadap negara itu.

Dia mengeluarkan pernyataan Selasa mengutuk peluncuran tetapi tidak mengatakan apakah Amerika berencana untuk mengenakan sanksi baru terhadap Iran sebagai tanggapan.

“Kami telah jelas bahwa kami tidak akan berpihak pada pengabaian Iran yang mengabaikan norma-norma internasional. Amerika Serikat bekerja dengan sekutu dan mitra kami untuk melawan seluruh ancaman Iran, termasuk program rudalnya yang mengancam Eropa dan Timur Tengah, “kata pernyataan itu.

Pompeo berpendapat bahwa peluncuran ruang angkasa seperti itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan untuk mendukung perjanjian nuklir 2015.Dia mengatakan kendaraan peluncuran Iran menggabungkan teknologi yang hampir identik dengan yang digunakan dalam rudal balistik, termasuk rudal balistik antar benua (ICBM).

Namun analis mengatakan kepada CNN bahwa teknologi yang digunakan tidak menggunakan ICBM dan Iran mengatakan satelitnya untuk kebutuhan telekomunikasi.

Iran mengatakan satelit itu dimaksudkan untuk keperluan pencitraan dan komunikasi dan dipasang dengan empat kamera. Satelit itu direncanakan tetap berada di ketinggian 500 km selama kurang lebih tiga tahun.

Satelit lain bernama Doosti sedang menunggu untuk diluncurkan. “Kita tidak harus dan tidak boleh berhenti,” tulis Jahromi di Twitter setelah mengumumkan peluncuran yang gagal.

Iran meluncurkan satelit pertama yang dibangun di dalam negeri, pada tahun 2009 bertepatan dengan peringatan 30 tahun revolusi 1979 .

Facebook Comments