For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Angkatan Laut Prancis Terima Rafale F3-R Pertama, Apa Kelebihannya?

Jet tempur Rafale Prancis di kapal induk Charles de Gaulle

Angkatan Laut Prancis telah menerima jet tempur Rafale pertama yang ditingkatkan ke standar F3-R. Pesawat itu akan menjadi bagian dari Flotilla 11F, unit pertama yang dipersenjatai dengan pesawat standar ini.

Angkatan Laut Prancis dalam sebuah pernyataan, Rabu 9 Januari 2019 mengatakan standar F3-R adalah evolusi Rafale F3, dengan fleksibilitas yang semakin luar biasa.

Sebagaimana dilaporkan Defenseworld.net, peningkatan ini adalah bagian dari proses yang berkelanjutan untuk terus meningkatkan pesawat sejalan dengan persyaratan operasional.  Standar ini Ini memungkinkan pesawat Rafale Angkatan Udara dan Angkatan Laut membawa sejumlah peralatan dan senjata antara lain:

  • Rudal udara ke udara Meteor yang diproduksi oleh MBDA Eropa. Rudal berkinerja tinggi ini mencapai efektivitas maksimum berkat radar “susunan aktif” yang melengkapi semua pesawat produksi Rafale yang dikirim sejak pertengahan 2013.
  • Pod laser designator Thales Talios generasi terbaru. Terutama digunakan untuk serangan udara ke darat di siang maupun malam hari dalam segala cuaca. Pod ini semakin meningkatkan tingkat presisi yang telah ditunjukkan Rafale sejak pertempuran pertamanya pada 2007 di Perang Afghanistan.
  • Versi laser homing dari Safran AASM Air-to-Ground Modular Weapon. Keluarga senjata ini, dengan panduan utama GPS dan booster tambahan, tidak ada bandingannya. Hal ini memungkinkan Rafale untuk menghancurkan target pada jarak beberapa puluh kilometer dengan ketepatan tinggi. Versi laser homing secara khusus disesuaikan dengan target yang bergerak.
  • F3 R juga mencakup peningkatan pada sensor dan sistem Rafale yang memastikan interoperabilitas total.

Peningkatan berkelanjutan Rafale sekarang akan mengarah ke standar F4, pengembangan yang harus segera dimulai, setelah menyelesaikan studi kelayakan yang sedang berlangsung. Standar masa depan ini terutama akan meningkatkan konektivitas Rafale dan kemampuannya untuk beroperasi sebagai bagian dari jaringan.

Rafale mulai beroperasi dengan Angkatan Laut Prancis pada 2004 dan dengan Angkatan Udara Prancis pada 2006, secara bertahap menggantikan tujuh jenis pesawat tempur generasi sebelumnya.

Rafale telah membuktikan dirinya dalam operasi di berbagai teater seperti Afghanistan, Libya, Mali, Irak dan Suriah. Dari 180 pesawat yang dipesan oleh Prancis hingga saat ini, 151 unit telah dikirim.

Armada Rafale saat ini total mencapai hampir 260.000 jam penerbangan, termasuk 40.000 dalam operasi.

Facebook Comments

error: Content is protected !!