For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Sangat Sulit Dikalahkan Koalisi Arab, Siapa Sebenarnya Houti Yaman?

Rudal Houthi

Yaman telah menjadi salah satu perang paling brutal saat ini. Puluhan ribu orang meninggal dunia, jutaan orang mengungsi, penyakit dan kemiskinan merajala lela entah sampai kapan.

Campur tangan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk mengakhiri kekuatan Houthi yang mereka sebut sebagai biang masalah tidak juga membawa hasil. Bahkan semakin digempur, Houhti seolah semakin kuat. Mereka beberapa kali berhasil melakukan serangan rudal ke Arab Saudi. Terakhir bahkan melakukan serangan drone ke sebuah parade militer Yaman.

Siapa sebenarnya Houthi ini? Houthi juga menyebut dirinya sebagai Ansar Allah yang telah merebut kekuasaan Yaman pada tahun 2014. Sebenarnya kelompok ini awalnya sebuah gerakan keagamaan murni yang mengajarkan toleransi dan perdamaian di awal 1990-an.

Houthi berasal dari Zaidism, cabang Islam Syiah. Zaidi mewakili sekitar sepertiga dari penduduk Yaman yang berjumlah 25 juta orang (data saat perang belum dimulai). Zaidi bisa merupakan kelompok Syiah moderat, dan dianggap aliran Syiah yang paling dekat dengan doktrin Sunni dalam Islam.

Zaidism dipraktikkan di Irak, Iran dan Semenanjung Arab. Zaidi menciptakan negara Idrisid dan memerintah Maroko selama hampir 200 tahun yang dimulai pada abad ke-7.

Kelompok ini juga menyebut Syiah sebenarnya telah berkuasa di Yaman selama lebih dari seribu tahun, sampai  kemudian dikudeta pada 1962. Saada di Yaman Utara adalah benteng tradisional Zaidi.

Houti muncul ketika digelar “Faithful Youth Forum” yang melahirkan dua gerakan. Yang pertama menyerukan keterbukaan yang lebih besar, sedangkan yang kedua tetap mendukung ketaatan terhadap warisan tradisional. Muncullah tokoh Hussein Badreddin Houthi seorang penganut aliran yang menuntut keterbukaan yang kemudian memimpin gerakan ini.

Para pendukung gerakan inilah yang kemudian disebut Houthi. Pada tahun 2004, Hussein Badreddin Houthi menuduh Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang berkuasa kala itu melayani kepentingan Amerika dan menyatakan dirinya seorang imam.

Sebuah usaha untuk menangkap Houthi berakhir pada kematiannya, memicu gerakan protes. Ayah Houthi yang menjadi pemimpin baru kelompok itu. Ia digantikan oleh saudara Houthi, Abdul Malik Houthi.

Sekarang berganti nama-Ansar Allah dan menjadi kekuatan militer dan politik di Yaman, salah satu negara termiskin di Timur Tengah. Gerakan oposisi Yaman sebagai negara Arab Islam, tertindas oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pada tahun 2014, setelah terjadi sejumlah insiden diskriminasi dan pelanggaran hak asasi oleh pemerintah Yaman, Houthi memaksa presiden mundur, menuduhnya tidak memberi perlindungan memadai penduduk dari terorisme, termasuk al-Qaeda. Pada bulan Maret 2015, sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa, berada di bawah kendali Houthi.

Pada tanggal 25 Maret 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutunya di Liga Arab meluncurkan serangan udara terhadap Houthi hingga sekarang.

Berbagai sumber

Facebook Comments

error: Content is protected !!