For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mirip Iskander-M, Arab Saudi Bersiap Uji Thunder-2

Yuzhnoye Design Office

Militer Arab Saudi diperkirakan akan menerima sistem rudal balistik jarak pendek Thunder-2 baru pada tahun 2022.

Thunder-2 adalah sistem rudal balistik yang dikembangkan bersama oleh King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) dan Yuzhnoye Design Office Ukraina. Senjata ini diharapkan akan melakukan tes penembakan pertama pada bulan September atau Oktober 2019.

“Batch pertama dari mesin, suku cadang dan hulu ledak konvensional yang berbeda dikirimkan ke Arab Saudi untuk tahap pertama dari program uji,” kata sumber  militer Saudi kepada Denfese Blog Kamis 3 Januari 2018 dan dikutip JejakTapak.

Dia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Arab Saudi diharapkan memiliki Thunder-2 pertama yang siap digunakan pada tahun 2022.

Rudal balistik Thunder-2  juga dikenal sebagai Grom-2. Awalnya senjata ini dikembangkan Ukraina tetapi tampaknya negara tersebut kesulitan pendanaan hingga akhirnya diambil alih Arab Saudi. Negara kaya raya ini dilaporkan secara diam-diam membiayai pekerjaan Resaerch & Development pada sistem rudal tersebut dengan nilai sekitar US$ 68 juta dolar.

Grom-2 sekilas mirip dengan Iskander-M Rusia, tetapi jangkauannya kalah jauh karena Iskander memiliki jangkauan hingga 400 km serta memiliki kemampuan serangan nuklir.

Thunder-2 memiliki jangkauan dari 50 hingga 280 km dan dirancang untuk memastikan kemampuan bertahan dan penyebaran cepat, serta membawa berbagai hulu ledak untuk menargetkan fasilitas musuh, area perakitan, artileri, dan target lain di belakang garis depan.

Senjata ini didasarkan pada sistem rudal balistik jarak dekat Ukraina yang dikenal sebagai Sapsan ’. Sistem Thunder-2 dilengkapi dengan dua rudal satu tahap dengan propelan padat dengan beberapa hulu ledak konvensional yang berbeda, termasuk hulu ledak cluster dan hulu ledak ledak fragmentasi tinggi. Masing-masing dikendalikan di seluruh jalur penerbangan.

Hulu ledak akan memiliki sistem pencari target semi aktif dan aktif. Sistem ini menggabungkan sistem panduan elektro-optik dan pelacak radar.

Facebook Comments