For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Israel Kembali Gagal Rayu Amerika Agar Bisa Jual F-16 Bekas ke Kroasia

Upaya Israel untuk meluluhkan hati Amerika agar mengizinkan mereka menjual 12 jet tempur F-16 bekas ke Kroasia kembali gagal.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara khusus membicarakan hal tersebut tetap tetap tak bisa mencapai kesepakatan tentang rencana penjualan senilai US$ 500 juta tersebut.

Sumber diplomatik senior Israel sebagaimana dilaporkan Axios dan dikutip Sputnik mengatakan masalah itu diperdebatkan pada pertemuan antara Pompeo dan Netanyahu di Brasil pada Selasa 1 Januari 2018.

Pejabat itu melanjutkan dengan menambahkan bahwa kesepakatan F-16 adalah satu-satunya masalah yang masih dibahas setelah pertemuan. “Masalah ini terjebak dalam birokrasi yang dalam,” kata pejabat tersebut.

Amerika memblokir Israel dari menjual F-16 yang dimodifikasi ke Kroasia dan menuntut agar pesawat dikembalikan ke versi awal. Sedangkan Kroasia bersikeras bahwa mereka harus menerima versi Israel dan  mengancam untuk membatalkan kesepakatan jika peralatan elektronik tidak termasuk dalam penjualan.

Menurut ketentuan kesepakatan asli dengan Lockheed Martin, Tel Aviv dan Washington telah sepakat bahwa Amerika harus menyetujui penjualan kembali pesawat tersebut kepada pihak ketiga.

Bulan lalu, Zagreb (Ibukota Kroasia) membantah bahwa kesepakatan itu telah diblokir serta bersikeras bahwa itu telah diberikan lampu hijau. Namun, pekan lalu, Axios melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Jim Mattis secara pribadi memblokir penjualan, meskipun ada permintaan melalui telepon dari Perdana Menteri Netanyahu.

Terlepas dari kemunduran kesepakatan F-16, pejabat Israel mengatakan bahwa Tel Aviv mendapatkan “hampir semua yang diminta,” dalam pertemuan Pompeo-Netanyahu. Tujuh dari delapan permintaan dikabulkan.

“Perdana menteri meninggalkan pertemuan dengan kesan bahwa Israel memiliki pengaruh besar di bidang-bidang tertentu, dan bahwa Israel dan Amerika memajukan berbagai gagasan sehubungan dengan Suriah yang akan membantu Israel,” kata pejabat itu.

Facebook Comments

error: Content is protected !!